FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Pergunu Jabar: PTM Harus Berlanjut, Tetap Waspada dan Kuatkan Herd Immunity di Sekolah

Ilustrasi lambang Pergunu (istimewa)

KBRN, Bandung: Harapan orang tua, siswa dan guru untuk bisa sekolah secara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meski masih terbatas di kota Bandung sedikit terganggu.

Pasalnya, sejumlah siswa dan guru dinyatakan positif covid-19 usai tes PCR. Jumlah nya pun terus bertambah, dari awal 80 siswa dan 4 orang guru, kini menjadi 117 orang siswa. Berdasarkan kasus tersebut, orang tua murid mempertanyakan kelanjutan dari PTM yang sudah lama diharapkan.Keresahan para orang tua murid ini, ditangkap oleh Ketua Persatuan Guru Nahdlatul ulama (Pergunu) Jabar, H. Saepulloh, Ia menegaskan dukungannya pada Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim yang mendorong dilaksanakannya PTM.

Menurutnya, munculnya yang positif setelah melakukan PTM dipastikan akan terjadi, namun tidak boleh menghentikan pelaksanaan PTM. Solusinya, bagaimana kita mencegah, melokalisir yang postif, dan menyembuhkannya. Selain itu, Optimalisasi peran UKS/M (Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah) dalam Satgas Covid-19 sangat diperlukan.

"Dan itu adalah kerjasama seluruh stakeholder pendidikan, bukan hanya Bapak Mendikbudristek, tapi orang tua, guru, komunitas sekolah, siswa, dan lingkungan sekolah, dan keluarga" ujar Gus Saepulloh - panggilan akrab Saepulloh, Kamis (28/10/2021).

Gus Saepulloh menuturkan, prinsip kehati-hatian dalam menjalankannya (PTM) sangat diperlukan, karena vaksin belum mencakup seluruh guru dan siswa, selain itu beberapa siswa usia tertentu belum diperbolehkan vaksin.

"Dengan demikian berhati-hati dan tetap menjalankan protokol kesehatan adalah langkah wajib" tegasny

"Hal tersebut adalah tanggung jawab pemerintah supaya orang tua, guru, dan stakeholder pendidikan lainnya meyakini dan menjalankan bahwa PTM sangat penting untuk Indonesia, dan PERGUNU mendukung hal tersebut." Pungkasnya.

Menjawab hal tersebut, Asep Rukmana selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pengobatan Tradisional (LPPT) Pergunu mengatakan Herd Immunity melalui vaksin adalah salah satu solusi yang nyata, dan hal tersebut sedang digarap pemerintah.

"Bersamaan dengan itu sangatlah tidak salah, bahkan cenderung sangat berbudaya, jika Bapak Mendikbudristek mengingat dan punya keberanian menjalankan budaya, tradisi nusantara yang sudah mengakar, dan terbukti ampuh untuk mencegah bahkan mengobati virus Covid-19." Tegasnya.

"Jika saya diberi kewenangan berpendapat, sederhana sekali pendapat saya "tidak salah melirik tradisi Indonesia", "tidak salah jika melirik tradisi nahdiyin", jamu AVC buah karya LPPT PERGUNU yang diijasahi rotibul qubro oleh Habieb Luthfi bib Yahya, yang sangat aman diminum dari mulai bayi, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan yang punya komorbid," terangnya.

Semoga saja pandemi ini cepat berlalu, sehingga semua bisa kembali berjalan seiring seirama termasuk dalam hal pendidikan utama PTM yang aman, damai sentosa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00