Acuviarta: Larangan Mudik Banyak Manfaat Bagi Masyarakat

Ilustrasi Gambar ( Foto: Istimewa)

KBRN, Bandung: Meski berdampak buruk bagi pelaku usaha dalam jangka pendek, namun kebijakan larangan mudik yang saat ini tengah di terapkan pemerintah, dinilai Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi, akan memberikan dampak baik bagi perkembangan ekonomi khususnya di Jawa Barat, dalam jangka menengah dan panjang, terlebih ancaman Pandemi masih menghantui tanah air.

Acuviarta mengungkapkan, berkaca dari runtuhnya negara negara maju dan berkembang di berbagai belahan dunia akibat tidak ada keberanian dari pemerintah menghalau aktifitas yang menimbulkan tingginya mobilitas masyarakat. Langkah yang di ambil pemerintah untuk melarang mudik, menjadi sangat tepat meskipun berdampak buruk dalam jangka pendek bagi pengusaha.

"Momentum hari raya idul Fitri sangat di nantikan oleh pelaku usaha, namun di tengah penantian tersebut, pemerintah dengan tegas menerbitkan peraturan larangan mudik, sempat banyak pertanyaan dari pelaku usaha, namun setelah di telusuri, hal ini sangat efektif untuk usaha itu sendiri kedepannya, walaupun satu momentum besar harus kembali di lewatkan bagi pengusaha," ungkapnya. Selasa (11/5/2021).

Lebih lanjut dikatakannya, dengan keberanian ini, pelaku usaha sangat berharap kepastian dan kestabilan pasar bisa terbentuk yang akan memberikan angin segar bagi pengusaha.

"Dengan patuhnya masyarakat untuk tidak memaksakan mudik, akan sangat memberikan banyak manfaat, selain terbentuknya kepastian dan kestabilan pasar karena menurunnya penyebaran Covid, hal itu juga akan membuka berbagai pintu lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sehingga masyarakat bisa kembali bekerja seperti sedia kala, selain itu sektor pendidikan, pariwisata dan sektor sektor yang terhambat pun akan kembali pulih," katanya.

Meski begitu Acuviarta juga menekankan, pemerintah harus senantiasa tegas dalam menjalankan peraturan tersebut termasuk bagi WNA, agar kasus yang terjadi di India dan berbagai negara besar lainnya tidak terjadi di bumi ibu pertiwi.

"Perlu adanya ketegasan, keselarasan, komunikasi yang baik terhadap seluruh pihak, agar masyarakat semakin memahami maksud dan tujuan dari apa yang di lakukan pemerintah, mengingat, masih banyak masyarakat yang belum memahami kemana arah dan tujuan mengapa aturan ini di berlakukan," imbuhnya.

"Saya juga mengajak masyarakat, jangan mudik dulu, karena hal itu bisa mengancam keluarga di kampung halaman, karena saat ini kita sendiri tidak pernah tau dari mana sumber awalnya virus itu bisa masuk ke tubuh kita, dari pada mudik membahayakan keluarga di kampung sebaiknya kita tahan diri kita dulu demi keluarga yang kita cintai di kampung halaman," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00