Petugas Gabungan Bubarkan Kerumunan Massa Pencairan Dana BPUM

Khawatir Terjadi Klaster Baru Covid-19, TNI/Polri Bubarkan Paksa Pencairan Dan BPUM Di Bank BNI Subang Karena Langgar Prokes

KBRN, Subang: Tim Gabungan TNI/Polri dan Satpol PP, bubarkan Kerumunan massa, saat Pencairan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap kedua di Bank BNI 46 Jln Otista Subang, Senin (19/4/2021).

Kapolsek Subang Kota Kompol Yayah Rokayah mengatakan, bahawa adanya kejadian kerumunan di BNI Cabang Subang karena pihak kepolisian belum menerima surat laporan dari pihak BNI.

Namun kata Kapolsek Subang Kota, polisi dan TNI serta Satpol PP, sigap melakukan pembubaran massa yang berkerumun. Karena khawatir terjadi klaster baru.

"Khawatir ada klaster baru, maka kerumunan massa yang berkerumun dan tmengabaikan protokol keaehatan, terpaksa kami bubarkan," ujar Kompol Yayah kepada waratwan di Subang, Senin (19/4/2021).

untuk mengantisipasi bila mana ada terjadinya kerumunan banyak orang, untuk menghindari klaster baru penularan covid-19.

Kompol Yayah menegaskan, tindakan yang diambilnya itu, demi keselamatan semua, agar terhindar dari ancaman tertular virus covid-19.

"Tidak ada pilihan lian, kecuali kami bubarkan paksa, dari pada manti ada yang terpapar positif, dan bisa menjadi klaster baru," terangnya.

Maka dari itu ia meminta kepada pihak BNI, untuk menjadual ulang pemcairan dana bantuan BPUM tersebut. Selain menerapkan prokes covid-19, juga membagian per-wilayah, agar tidak terjadi kerumunan massa, seperti yang terjadi hari ini.

"Kami tidak ingin ada klaster baru, maka kami mohon kepada pihak BNI, untuk menerapkan prokes, dan menyebar pencairan di setiap wilayah, jang di sentralkan di BNI Subang Kota," tandas Kapolsek Kota.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00