Keluarga Terima Rumah Yang Menjadi TKP Pembunuhan Ibu Dan Anak Di Subang

Polisi Serahkan Rumah Yang Menjadi TKP Pembunuhan Ibu Dan Anak Di Subang, Kepada Pihak Keluarga, Rabu (17/8/2022). (Foto Dok/Polres Subang)

KBRN, Subang: Rumah tempat kejadian perkara (TKP), dalam kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang, resmi dikembalikan kepada pihak keluarga korban, Rabu (17/8/2022). 

Rumah yang menjadi TKP kasus Subang tersebut, diserahkan langsung penyidik Polres Subang, maupun penyidik dari Polda Jabar, setelah satu tahun lamanya di pasang garis polisi, untuk kepentingan penyidikan.

Polisi berusaha mengungkap kasus kematian Tuti Suhartini, dan anak gadisnya Amalia Mustika Ratu.

Suami sekaligus ayah dari korban Yosep Hidayah menyambut baik, atas dikembalikannya rumah kediamannya, yang menjadi saksi bisu tragedi pembunuhan keji tersebut. 

"Allhamdulillah, setelah setahun rumah ini dalam proses penyidikan, akhirnya saya bisa masuk kembali ke rumah ini, yang menjadi TKP, rumah tempat istri dan anak saya ditemukan tewas," ujar Yosep kepada awak media, Rabu (17/8/2022).

Meski demikian, Yosep mengatakan, masih belum puas, meskipun rumahnya itu sudah kembali kepada pihak keluarga.

Pasalnya hingga saat ini, kasus kematian dari istri serta anaknya tersebut, masih belum diungkap oleh pihak kepolisian. 

"Sebetulnya, saya itu masih belum puas, karena belum terungkapnya pelaku dari pembunuh kedua korban, istri sama anak saya. Mudah-mudahan cepat terungkap saja, sebetulnya itu yang saya harapkan terlebih dahulu," katanya. 

Suasana dalam rumah, tempat Tuti Suhartini, dan Amalia Mustika Ratu dirampas nyawanya oleh pelaku, yang hingga saat ini belum terungkap. 

Seperti diketahui, kedua korban tak lain Tuti Suhartini (55), dan Amalia Mustika Ratu (23), ditemukan tewas di bagasi mobil mewah Alpard, di Kampung Ciseuti Desa Jalancagak Kabupaten Subang Jawa Barat. 

Kasus pembunuhan ini, sudah memasuki waktu satu tahun lamanya.Namun hingga saat ini masih belum dapat diungkap oleh Polisi dari Polres Subang, maupun Polda Jabar, yang sudah memeriksa sebanyak 121 orang saksi, untuk mengungkap kasus ini.

Polisi dari Polda Jabar mencopot garis polisi, yang terpasang di tempat kejadian perkara (TKP), kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang, tepatnya di Dusun Ciseuti, Desa Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang, Rabu (17/8/2022) sore, sekitar pukul 15.30 WIB.Terlihat beberapa anggota kepolisian dari Polres Subang, maupun Polda Jabar memasuki TKP, setelah membuka garis polisi, yang sebelumnya terpasang. Bukan hanya polisi, suami sekaligus ayah dari korban, Yosep Hidayah pun turut hadir dalam pembukaan garis polisi tersebut, yang didampingi langsung oleh kuasa hukumnya. 

"Memang kami, tim kuasa hukum bersama dengan Pak Yosep mengajukan kepada polisi, buat dilepas garis polisi, rata-rata barang keperluan klien kami semuanya ada di rumah itu (TKP)," ujar Rohman. 

Menurut Rohman, pihaknya meyakini bahwa pengajuan persetujuan menggunakan kembali rumah tersebut, buntut dari pihak keluarga yang mengirimkan surat kepada Presiden RI, hingga Kapolri. "Saya meyakini, bahwa ini hasil konferensi pers kami beberapa waktu lalu, terkait kami dan pihak keluarga, mengirim surat kepada Presiden RI dan Kapolri," katanya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar