Polresta Bandung Torehkan Sejarah, Ungkap Peredaran Sabu Seberat Tiga Kilogram Jaringan Internasional

KBRN, Soreang : Prestasi tinggi ditorehkan Satres Narkoba Polresta Bandung, setelah berhasil mengungkapkasus peredaran gelap Narkotika jenis sabu seberat tiga kilogram  yang melibatkan gengster dan berjaringan internasional. Prestasi itu juga sekaligus tercatat merupakan pengungkapan kasus Narkotika terbesar sepanjang sejarah berdirinya Polresta Bandung.

Rabu (17/8/2022), seusai upacara peringatan HUT ke 77 RI di Lapang Upakarti kompleks Pemkab Bandung di Soreang, kasus itu dirilis kepada media.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo memaparkan awal mula kasus itu bisa diungkap jajarannya.

" Alhamdulillah ini merupakan tangkapan terbesar selama Polresta Bandung berdiri dengan barang bukti Sabtu sebanyak tiga Kilogram. Ini merupakan rangkaian ungkap kasus pada bulan Juni 2022, dimana kami mengungkap ada Sabu yang paketnya hanya satu gram waktu itu, namun mempekerjakan anak di bawah umur dengan jaringan sempalan geng motor yang tidak mau beralih ke ormas dengan klan 133," terang Kusworo Wibowo yang saat pers conference didampingi langsung Kasat Res Narkoba Kompol Andri Alam, Dandim 0624, Bupati dan Wakil Bupati Bandung, DPRD dan tokoh agama di Kabupaten Bandung.

Berangkat dari situ, pihaknya kata Kusworo kemudian melakukan pengembangan selama sekitar satu bulan, hingga berhasil menangkap ketua sebuah geng motor berinisial RR (30) di Rancaekek, lengkap dengan barang bukti Sabu seberat 3 kilogram itu.

Saat dilakukan penangkapan, RR sedang merecah tiga bungkus teh Cina warna hijau bertuliskan Qing Shan yang didalamnya berisi kristal warna putih. Namun setelah petugas Satres Narkoba melakukan test, akhirnya paket tersebut positip mengandung Methampetamine.

Karena diduga melibatkan jaringan yang lebih besar, maka Polresta Bandung pun terus melakukan pengembangan, termasuk memburu pelaku lainnya yang kini berstatus DPO.

" Jaringannya masih terus kita lakukan pendalaman. Sedangkan yang memberikannya inisial M ini berstatus DPO," ujar Kusworo.

" Dengan barang bukti tiga kilogram ini, dengan asumsi setiap gramnya dikonsumsi oleh 10 hingga 15 orang, maka sekitar 30 hingga 40 ribu warga Kabupaten Bandung bisa kita selamatkan dari penyalahgunaan narkotika jenis sabu ini," sambungnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sang ketua geng motor itu dijerat Pasal 114 subsider 112 Undang-Undang nomor 35 tahun 2019 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar