Curi Motor, Warga Samarang Garut Dicokok Polisi

KBRN, Garut : Dengan alasan untuk modal usaha tani tersangka inisial A warga Kecamatan Samarang Garut, nekad melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor roda dua di Pasar Guntur Ciawitali Garut.Namun sial  belum sempat menjual hasil curiannya itu tersangka A keburu ditangkap aparat kepolisian.

"Tersangka A yang berprofesi sebagai buruh  tani tersebut berhasil kami ciduk, rencananya  penjualan hasil motor curiannya itu akan digunakan untuk modal bertani dikampunya,"kata Kapolsek Tarogong Kidul Garut, Kompol Alit Kadarusman kepada wartawan saat jumpa pers di Polsek Tarogong Kidul Garut,Jumat (17/9/2021).

Modus yang dilakukan tersangka, menurut Alit, berawal saat meminta izin ke kamar kecil di toko pasar tersebut, tanpa diduga sebelumnya pelaku melihat kunci kontak sepeda motor tergantung di sekitar kamar kecil lalu diambilnya.

Pelaku selanjutnya pergi meninggalkan toko, kemudian mengamati keberadaan toko tersebut, setelah terlihat pemilik sepeda motor di toko itu tidak ada maka pelaku langsung mengambilnya dengan bekal kunci sepeda motor yang dicuri sebelumnya.

"Setelah beberapa menit dia balik lagi ke depan jongko korban, karena korban tidak ada dan merasa situasi aman dia langsung membawa kabur motor itu," kata Kapolsek.

Ia menyampaikan pelaku yang sudah berhasil mencuri sepeda motor itu kemudian mencoba menjualnya melalui media sosial Facebook, korban secara kebetulan melihat iklan di media sosial itu lalu melaporkannya ke polisi.

Tanpa lama-lama polisi langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka berikut mengamankan barang bukti sepeda motor hasil curiannya untuk dibawa ke Markas Polsek Tarogong Kidul.

"Alhamdulillah kami berhasil menangkap pelaku A yang berprofesi sebagai buruh tani, kami juga berhasil mengamankan barang bukti motor hasil curian," pungkasnya 

Akibat perbuatannya itu pelaku ditahan di Markas Polsek Tarogong Kidul untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut dan dijerat Pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman kurungan maksimal 5 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00