Polsek Ciwidey Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Benur

Wakapolresta Bandung AKBP Hendra Kurniawan menunjukkan benur Lobster yang disita (Foto: Amelia Hastuti/RRI)
Kepala BKIPM Bandung Dedy Arif saat menunjukkan benih lobster hasil tangkapan Polsek Ciwidey (Foto:Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi : Anggota Unit Reskrim Polsek Ciwidey Polresta Bandung, berhasil menggagalkan upaya penyeludupan puluhan ribu benur Lobster, di Jalan Raya Ciwidey Rancabali Desa Alam Endah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Jum'at (30/4/2021).

"Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB dinihari, anggota unit Reskrim Polsek Ciwidey sedang melakukan patroli dan memeriksa satu unit kenderaan toyota Avanza dengan nomor polisi F.1047-WR. Setelah diperiksa didapati tujuh buah box yang berisi benih lobster untuk dijual kepada pembelinya di gerbang tol Seroja," ungkap Wakapolresta Bandung AKBP Hendra Kurniawan kepada wartawan, di Kantor BKIPM Bandung Jalan Ciawitali Kota Cimahi, Jum'at (30/4/2021).

Didamping Kepala BKIPM Bandung Dedy Arief Haryanto, Hendra menjelaskan, 7 box yang diamankan itu masing-masing berisi 25 kantong plastik, dimana setiap kantong berisi 200 ekor benih lobster, sehingga total seluruhnya berjumlah 46.475 ekor.

"Ini terdiri dari 75 lobster jenis mutiara dan 46.400 jenis pasir, yang diduga dibawa dari wilayah Pelabuhan Ratu Sukabumi," jelasnya.

Setelah melakukan koordinasi dengan BKIPM Bandung serta Dinas Kelautan dan Perikanan kata Hendra, upaya penyeludupan benur Lobster itu diperkirakan merugikan negara sampai sekitar Rp. 2 miliar.

"Dari hasil pengamanan tersebut, penyidik mengamankan dua orang tersangka masing-masing berinisial HR dan MAT yang merupakan warga Cianjur , sebagai supir mobil yang mengangkut benih lobster,"katanya.

Berdasarkan informasi dari penyidik, upaya penyeludupan benih lobsters tersebut sudah beberapa kali dilakukan.

"Dari hasil penangkapan ini tentunya kami berkoordinasi dengan Badan Karantina Ikan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, untuk barang bukti yang sudah kami amankan. Karena memang barang bukti ini tidak bisa lama dan harus dikembalikan lagi ke habitatnya," papar Hendra.

Barang bukti benur itu kemudian sore tadi diserah-terimakan kepada BKIPM Bandung untuk diselamatkan.

Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 92 Jo pasal 26 ayat 1 dan pasal 88 Jo pasal 16 ayat 1 UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun dan denda maksimal 1,5 milyar rupiah.

Sementara Kepala BKIPM Bandung Dedy Arief menjelaskan, selama ini Badan Karantina selalu berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat beserta Polres jajarannya.

"Kita bersinerji dalam pengungkapan penyeludupan benih lobster yang berasal dari pesisir selatan lautan Cidaun Cianjur sampai Pelabuhan Ratu Sukabumi. Ini merupakan keberhasilan yang ke dua dalam satu Minggu ini. Sebelumnya kita menyita 70 ribu ekor lebih benih lobster," ujarnya.

Kedua tersangka itu kata Dedy masih berupa kurir dan nantinya akan dikembangkan oleh penyidik Polres Kota Bandung. "Semoga terungkap semuanya agar semakin jelas. Sama dengan kasus yang dikembangkan oleh unit Tipiter Polda Jabar, otaknya sudah diketahui tinggal menangkapnya," ungkap Dedy.

Upaya pencegahan penyeludupan benih lobster itu jelas Dedy, akan terus dilakukan karena merupakan tindak eksplorasi sumber daya ikan yang tidak berizin dan sangat merugikan negara.

"Jika melihat bentuk kemasannya benur Lobster itu akan diekspor ke luar negeri, namun dengan  sistem pengirimannya terputus-putus," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00