Selundupkan Sabu Satu Ton, WNA Afganistan Terancam Hukuman Mati

KBRN, Bandung: Kasus penyelundupan sabu-sabu seberat 1 ton lebih di Pantai Pangandaran bergulir di pengadilan Negeri Bandung. Para terdakwa termasuk Warga Negara Asing (WNA) asal Afghanistan didakwa mengedarkan narkoba jenis sabu. 

Dalam perkara ini, empat orang duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Keempat terdakwa yakni Mahmud Barahui WNA Afghanistan, Hendra Mulyana, Heri Herdiana dan Andri Hardiansyah. Mereka menjalani sidang perdana beragenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa (16/8/2022). 

"Para terdakwa melakukan percobaan atau pemufakatan jahat dalam tindak pidana narkotika yaitu tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa Gede Wirajana sebagaimana berkas dakwaan yang diterima. 

Dalam aksinya, Mahmud bersama tiga terdakwa lain menyelundupkan sabu-sabu melalui kapal. Sabu-sabu itu diselundupkan ke Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran pada 16 Maret 2022 lalu. 

Berdasarkan dakwaan JPU, total sabu yang diselundupkan para terdakwa mencapai 1.018,85 kilogram atau 1 ton lebih. Jaksa menaksir nilai transaksi apabila sabu itu lolos mencapai Rp 1,43 triliun. 

"Maka apabila narkotika jenis sabu tersebut berhasil diedarkan maka juga dapat merusak 5,9 juta jiwa generasi muda yang akan datang serta dapat meresahkan masyarakat," katanya. 

Dalam perkara ini, Mahmud dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika sebagaimana dakwaan pertama. Sementara dakwaan kedua Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Merujuk pada Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, para terdakwa sendiri dapat diancam hukuman hingga pidana mati. 

Hal itupun diamini Kasi Pidum Kejari Bandung Muslich. Dia mengatakan para terdakwa bisa diancam hukuman mati. 

"Dengan barang bukti sampai satu ton, jelas ancamannya paling akhir itu pidana mati," kata Muslich.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar