Pasca Pandemi, Lapas Purwakarta Kembali Bukan Layanan Kunjungan Keluarga Warga Binaan

Pasca pandemi Lapas Purwakarta kembali membuka kunjungaan kelluarga warga binaan (Dok. Lapas Purwakarta )

KBRN, Purwakarta : Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor Pas-12.Hh.01.02 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Mekanisme terhadap Layanan Kunjungan Secara Tatap Muka dan Pembinaan yang Melibatkan Pihak Luar, maka  Lapas kelas  II B Purwakarta bakal kembali membuka  layanan kunjungan keluarga warga binaan.

Hampir 3 tahun terakhir semenjak Pemerintah mengeluarkan kebijakan pencegahan dan penanggulangan Pandemi Covid-19 maka layanan kunjungan keluarga warga binaan di Lapas Kelas IIB Purwakarta dihentikan sementara waktu.

Akibatnya, layanan kunjungan langsung digantikan dengan layanan video call serta layanan pembinaan yang melibatkan pihak luar di tunda dahulu. Kalapas Kelas IIB Purwakarta, Sopiana, kunjungan bagi warga bina bakal dibuka pada, Senin (11/7/2022) nanti. Sebelum di mulainya kunjungan, pihaknya mensosialisasikan terlebih dahulu kepada seluruh warga binaan.

“Kita sampaikan dulu kepada warga binaan berbagai peraturan terkait dengan pelaksanaan kunjungan secara langsung di lapas Kelas IIB Purwakarta sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022 serta pembinaan yang melibatkan pihak luar,” ucap Sopiana, pada Selasa (5/7/2022).

Ia juga menambahkan,kegiatan kunjungan ini juga membutuhkan dukungan dari Warga binaan demi suksesnya pelaksanaan kegiatan ini. Sehingga kerinduan berjumpa dengan keluarga dapat terobati.

“Saya minta kepada seluruh warga binaan untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Rutan, karena situasi aman dan tertib yang tercipta juga terdapat peran serta warga binaan”, Harap Sopiana. Pihaknya menerapkan beberapa syarat dan pemeriksaan yang ketat untuk keluarga warga binaan yang akan mengunjungi warga binaan yang berada di Lapas Kelas IIB Purwakarta.

Beberapa syarat tersebut,keluarga warga binaan wajib menunjukkan identitas seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan wajib melakukan suntik booster.

“Identitas seperti KTP dan KK itu wajib. Berikutnya, pengunjung harus sudah menerima vaksin dosis ketiga (booster). Bagi yang belum menerima vaksin lengkap, wajib menunjukkan hasil rapid test/swab test dengan hasil negatif. Selain itu kita lakukan pemeriksaan barang bawaannya dan pemeriksaan badan,” kata dia.

Meskipun kunjungan secara tatap muka telah di buka, kata Sopiana, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan kepada keluarga warga binaan yang akan berkunjung seperti memakai masker, mencuci tangan, dan lainnya.

“Untuk mengantisipasi keramaian saat kunjungan tatap muka dibuka, kami membagi per blok dan setiap warga binaan hanya dapat dikunjungi selama satu minggu hanya sekali,” Pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar