Kasus Pencurian di Kantor Kas Dayeuhkolot Tak Pengaruhi Kinerja BPR Kerta Raharja

Dirut BPR Kerta Raharja, H.Aep Hendar Cahyad dan Komisaris Uben Yunara, saat sidak ke kantor kas Kutawaringin. (Foto:Didi Mainaki/RRI)

KBRN, Soreang : Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris memastikan, kinerja BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung tidak terganggu dengan kasus pencurian yang terjadi di kantor kas mereka di Dayeuhkolot, Senin (20/6/2022) lalu.

Meski begitu, untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, Direktur Utama BPR Kerta Raharja, H. Aep Hendar Cahyad bersama Dewan Komisaris, Uben Yunara dan Indra Anwari, Kamis (23/6/2022), melakukan sidak ke sejumlah kantor cabang dan kantor kas.

" Kami meninjau operasional yang ada di kantor cabang dan kas. Intinya agar kejadian serupa tidak terulang kembali." terang Aep Hendar, saat meninjau kantor kas Kutawaringin.

Aep Hendar juga kembali memastikan, kalau kasus pencurian di kantor kas Dayeuhkolot itu tidak berpengaruh terhadap kinerja BPR Kerta Raharja.

Kantor kas menurut Aep, hanya sebagai kantor pelayanan sehingga tidak ada data nasabah dan brankas berisi uang milik nasabah yang disimpan.

" Kantor kas itu untuk melayani masyarakat yang ingin menabung, supaya tidak jauh ke kantor cabang atau kantor pusat. Jadi datanya terintegrasi langsung dengan kantor cabang dan pusat," ujarnya.

Aep Hendar juga memastikan kejadian pencurian di kantor kas Dayeuhkolot tidak menurunkan minat masyarakat menabung dan menyimpan uangnya di BPR Kerta Raharja.

" Intinya BPR Kerta Raharja aman-aman saja, bahkan memperlihatkan trend yang terus membaik. Berkat support dan arahan dari pak Bupati Dadang Supriatna, Alhamdulillah kita masuk menjadi salah satu Bank mikik daerah terbaik di Indonesia. Dari sisi asset pun kita terus meningkat dari sebelumnya dibawah 300, sekarang sudah diatas 500 Milyar Rupiah," kata Aep Hendar.

Sementara itu Komisaris BPR Kerta Raharja, Uben Yunara memastikan pihaknya sudah memanggil jajaran Direksi dan mempertanyakan mengapa kasus pencurian di kantor kas bisa terjadi.

" Kami di dewan komisaris menuntut dua hal yaitu beban kinerja dan beban politis. Kinerja Direksi sudah sangat baik dan itu terbukti, termasuk dari sisi pelayanan, administrasi, sehingga tidak hanya dari sisi asset saja yang tumbuh pesat, tapi juga pengakuan dari banyak pihak sehingga BPR Kerta Raharja menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia," terang Uben Yunara 

" Kemudian yang kedua dari sisi beban politis. Kita ucapkan terimakasih kepada Komisi B DPRD Kabupaten Bandung yang telah memberikan teguran dan masukan, itu kita terima dengan lapang dada. Mohon kita juga terus disupport juga," imbuh Uben.

Uben mengapresiasi langkah sigap dari jajaran Direksi yang cepat melakukan perbaikan, seperti menambah tenaga pengamanan dan IT, termasuk melimpahkan kasus ini ke pihak Kepolisian.

" Ini adalah pelajaran yang sangat berharga untuk kita terus melakukan perbaikan-perbaikan. Kita punya 15 kantor cabang dan 10 kantor kas ini dan setelah saya lihat langsung ke lapangan dan panggil jajaran Direksi, Alhamdulillah semuanya aman-aman saja." tandas Komisaris BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung, Uben Yunara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar