Rudapaksa Anak Di Bawah Umur, Oknum ASN Diamankan

Kapolres Subang AKBP Sumarni (Foto Ruslan Effendi/RRI)

KBRN, Subang :  Oknum pendidik, yang juga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), di duga melakukan rudapaksa terhadap anak didiknya yang masih di bawah umur.

Kasus tersebut dilakukan pelaku yang berinisial DEN (46), terhadap korbannya yang berinisial bunga hingga berkali-kali, dilingkungan lembaga pendidikan miliknya.

Kapolres Subang AKBP Sumarni, didampingi Kasatreskrim AKP Deny Nurcahyadi mengatakan, terungkapnya kasus tindak pidana tersebut, berawal adanya informasi telah terjadinya aksi tindak pidana persetubuhan, dan atau pencabulan terhadap korban. Peristiwa ini terjadi sejak tahun 2020 sampai akhir tahun 2021 lalu. 

"Perbuatan tersangka kepada korban, ternyata sudah dilakukan lebih dari 10 kali,” ungkap AKBP Sumarni kepada RRI di Subang, Rabu (22/6/2022).

Sebelumnya lanjut Kapolres, keluarga curiga terhadap perubahan sikap, dan perilaku korban. Terlebih setelah ditemukan berbagai catatan korban, di sebuah kertas, terkait apa yang sudah dialaminya selama ini.

Sumarni menyatakan, akhirnya pihak keluarga  melaporkan  ke polisi, apalagi tersangka berinisial DEN (46) warga Kalijati Timur, Kalijati, Subang tidak mengakui perbuatannya.

Penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Subang kemudian meminta keterangan kepada korban, saksi dan pelaku, serta mengamankan barang bukti. Tak lama, tersangka yang merupakan pemilik Yayasan. diamankan pihak kepolisian, untuk proses hukum yang lebih lanjut.

"Dari hasil penyidikan Kanit PPA Polres Subang, tersangka dalam melakukan aksinya, selalu bilang kepada korban bahwa, yang dilakukannya anggap saja sebagai proses, dan diniatkan belajar supaya dapat ridho dari guru,” terangnya.

Kasusnya sendiri kata Sumarni, baru dilaporkan pada akhir Mei 2022 lalu, dengan LP nomor 656 tanggal 23 Mei 2022, dengan tempat kejadian di dusun Mekarsari Kecamatan Kalijati.

"Tersangka sudah diamankan, dan barang bukti yang berhasil kami amankan, berupa pakaian kemudian pakaian dalam, dan beberapa curhatan yang tertulis di lembaran kertas," ujar Sumarni.

Pasal yang diancamkan kepada tersangka jelas Sumarni, yaitu pasal 81 ayat 1, junto Pasal 76 d, atau Pasal 81 ayat 2, dan atau Pasal 81 ayat 3, dan atau Pasal 82 ayat 1, junto Pasal 76e, dan atau 82 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Terkait juga dengan Undang-undang 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah, pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. Pidana penjaranya paling singkat 5 tahun, paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar," tandas Kapolres.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar