Uang BLT Dana Desa Tak Cair, Warga Siap Laporkan Oknum Kades ke Polisi

Tokoh Masyarakat Desa Sindangsari Agus Dermawan

KBRN, Subang: Uang belasan juta rupiah yang merupakan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) Desa Sindangsari Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang, tidak dibagikan kepada ratusan penerima manfaat, oleh oknum kepala desa (Kades) SPN.

Uang BLT DD itu menurut Tokoh Masyarakat Desa Sindangsari Agus Darmawan, diduga digelapkan oleh oknum kades SPN, yang saat ini sedang cuti, karena mencalonkan kembali menjadi calon kepala desa (Cakades) di Pilkades Serentak 19 Desember 2021.

"Ratusan warga penerima manfaat BLT DD, sebelumnya tidak mengetahui ada dua bulan lagi yang belum dibagikan oleh Kades Sindangsari, yang mencalonkan kembali di Pilkades Serentak," ujar Agus kepada RRI di Subang, Sabtu (27/11/2021).

Agus mengungkapkan, awal kasus tersebut terbongkar, sekira awal November lalu ada surat pemberitahuan dari Kantor Kecamatan Pabuaran, yang ditujukan langsung kepada Kepala Desa Sindangsari, yang harus segera membayarkan uang BLT DD selama dua bulan. 

Karena kades yang bersangkutan sedang cuti karena kembali mencalonkan diri di Pilkades Serentak 2021. maka surat teguran dari Kecamatan itu, diterima oleh Pjs. Kades Sindangsari Suhadi S. Ag. 

"Pjs. Kades tidak tahu menahu tentang pencairan uang BLT DD, yang belum dibagikan kepada ratusan penerima manfaat. Dari situlah terbongkar adanya dugaan penggelapan uang belasan juta rupiah BLT DD selama dua bulan, yang merupakan hak ratusan warga penerima manfaat," terangnya.

Oknum Kades SPN kata Agus, sebelumnya sempat berjanji akhir pekan ini akan mengganti uang BLT DD yang jumlahnya belasan juta rupiah tersebut, untuk diserahkan ke Pjs. Kades Sindangsari, untuk kembali dibagikan kepada warga penerima manfaat. Namun sampai hari ini, belum ada tanda-tanda dari oknum kades itu, untuk mengembalikan uang BLT DD tersebut.

"Sebelumnya pak PSN itu, janji kepada Pjs Kades Sindangsari Pak Suhadi, katanya pekan ini akan mengembalikan uang itu. Tetapi hingga saat ini, belum ada tanda-tanda uang itu mau dikembalikan kepada warga penerima manfaat," jelas Agus.

Agus menegaskan, jika dalam waktu dekat ini tidak ada niatan baik dari oknum kades yang berinisial PSN itu, maka warga mengancam akan melaporkan penggelapan uang BLT DD itu ke pihak penegak hukum.

"Ya kalau tidak ada niatan baik, kami bersama warga, akan melaporkan kasus ini ke penyidik polisi atau ke Kejaksaan," pungkasnya.

Sementara itu Pjs. Kades Sindangsari Suhadi S. Ag membenarkan, adanya surat teguran dari Kantor Kecamatan tentang uang BLT DD selama dua bulan yang belum dibagikan kepada penerima manfaat, yang harus segera dicairkan dan dibagikan.

"Benar beberapa pekan lalu, kami menerima surat teguran dari kecamatan, tentang uang BLT DD yang dua bulan belum dibagikan ke ratusan warga penerima maanfaat. Sontak saya kaget lah, wong saya gak tahu menahu, karena saya baru saja menjabat Pjs. Kades ini, baru saja pak," ucap Suhadi S. Ag.

Suhadi menyatakan, surat teguran itu langsung diserahkannya ke Kades lama, yang saat ini sedang mengikuti Pilkades Serentak 2021. 

"Katanya sih mau secepatnya dia ganti pak, namun sampai detik ini, tidak ada kabar dari yang bersangkutan untuk membagikan uang itu kepada penerima manfaat," tegasnya.

Ia mendesak, agar Kades lama itu segera membagikan uang BLT DD itu, karena uang tersebut merupakan hak masyarakat penerima manfaat. Jangan sampai warga melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.

"Saya himbau Pak Kades lama itu, segera membagikan uang BLT DD itu, kasihan warga penerima manfaat, padahal uang itu harus dibagikan pada bulan Agustus lalu. Jangan sampai pak Kades lama dilaporkan ke polisi, sayangkan pencalonannya, sementara pemilihan tinggal menghitung hari," tandas Suhadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar