FOKUS: #PPKM MIKRO

Miris! 22 Persen Pengguna Narkoba di Cianjur adalah Pelajar

KBRN, Cianjur : Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur mencatat 22 persen pengguna narkotika di Kabupaten Cianjur adalah usia remaja atau para pelajar.

Dengan adanya beberapa faktor menjadi penyebab para pelajar terjerumus penyalahgunaan narkoba adanya rasa ingin tau dan kurangnya pengawasan dari orangtua sehingga mendorong untuk berada di ruang lingkup jerat narkotika.

Hal itu membuat BNNK berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Kementerian Negeri (Kemenag) selaku instansi yang membawahi sekolah- sekolah.

Kepala BNNK Cianjur Wuryanto mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Disdikbud dan Kemenag untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja usia sekolah, Rabu (22/9/21).

"Ini salah satu Program Pemberantasan penyalahgunaan narkotika yang tentunya melibatkan instansi pendidikan," kata Wuryanto. 

Ia menambahkan bahwa pihaknya, tengah membuat regulasi lebih masif lagi di masing-masing sekolahan untuk mempunyai payung hukum kegiatan pencegahan.

"Bagaimana kita mengelola masalah narkotika Kita mengajak kepala sekolah kepala sekolah  dan guru-guru bimbingan konseling (BK) diberikan keterampilan mengelola peran pencegahan di sekolah," tegasnya. 

Ia menambahkan BNN lebih menekankan kepada jalan keluar apabila pelajar atau siswa terkena permasalahan narkotika sehingga mendapatkan keringanan ataupun perlakuan khusus agar kembali sembuh.

"Selalu ada permasalahan anak didik yang terjerumus narkoba dan bagaimana mengelolanya supaya anak berhak sekolah tetap ada tapi permasalahan narkoba juga selesai, artinya kebijakan tidak mengeluarkan," ungkapnya. 

Selain itu Wuryanto menekankan agar para orangtua tidak takut untuk melaporkan anaknya yang terjerumus narkotika.

"Jadi jangan ada ketakutan akan di tangkap, segera laporkan kepada BNN," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00