Langgar PPKM Darurat, 3 Pabrik Bayar Denda Belasan Juta Rupiah

KBRN,Garut : Dua pabrik milik investor asing masing-masing pabrik industri garmen dan sepatu yang ada di Garut dijatuhi sangsi Rp.15 juta oleh hakim Pengadilan Negeri saat dilakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring) secara virtual.

“Kami menyidangkan belasan pelanggar PPKM darurat, ada 2 pelanggar PPKM darurat diantaranya didenda Rp15 juta subsider 1 bulan penjara dari sektor industri karena melanggar aturan mempekerjakan karyawannya lebih dari 50 persen,"kata Kepala Kejaksaan Negeri Garut Sugeng Hariadi, Kamis,(15/7/2021).

Ia menambahkan dua perusahaan itu adalah PT Hoga Reksa Garmen di Kecamatan Leles, dan PT Pratama Abadi Industri di Kecamatan Limbangan.

Selain kedua pabrik tersebut juga ada satu perusahaan lainnya yang melanggar aturan PPKM darurat,yaitu PT Cahaya Terang Abadi yang bergerak di bidang pembuatan rambut palsu.

“PT Cahaya Terang Abadi diputus bersalah oleh hakim dan didenda Rp 5 juta subsider kurungan 1 bulan penjara,” jelasnya.

Selain tiga perusahaan tersebut, 14 pelanggar lainnya juga diputus bersalah oleh Hakim Ayu Amelia SH dan didenda paling kecil Rp100 ribu. Diantara pelanggar tersebut adalah pemilik toko oleh-oleh, warnet, gudang pengiriman barang, pedagang bakso, pemilik kafe, kedai, hingga penanggung jawab pernikahan.

Sugeng mengaku bahwa Satgas Covid-19 Kabupaten Garut akan terus melakukan operasi yustisi di masa PPKM darurat ini.

“Kita melakukan operasi ini untuk menekan kasus Covid-19, mohon masyarakat memahaminya,”pungkasnya.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00