PN Bale Bandung Kembali Sidangkan Puluhan Pelanggar PPKM Darurat

Suasana sidang Tipiring di Pendopo Kota Cimahi Selasa, 13 Juli 2021 (Foto:Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi : Pengadilan Negeri Bale Bandung,kembali menggelar  sidang tindak pidana ringan (tipiring),  puluhan pelanggar protokol kesehatan (prokes) terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Selasa (13/7/2021).

Sidang tersebut menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.  Terbukti dengan masih  munculnya pelanggaran prokes yang dilakukan sehingga kesadarannya masyarakat untuk  menjaga diri dan lingkungan dari paparan Covid-19 harus lebih ditingkatkan.

Pelaksanaan sidang tipiring yang digelar di Pendopo DPRD Kota Cimahi Jalan Dra. Julaeha Karmita Kota Cimahi,  dipimpin Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung Idi  Amin SH. MH, menghadirkan pelanggar dari wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Hakim menjatuhkan vonis  denda yang ditetapkan variatif sesuai jenis kesalahannya ,  mulai dari  Rp. 100.000,terhadap para pelanggar baik perorangan maupun perusahaan.

Salah seorang pelanggar protokol kesehatan Edi Sudrajat (35), merupakan penjual mainan anak-anak di Jalan Gandawijaya Cimahi.

Edi mengaku bersalah karena tetap berjualan hingga pukul 17.00 Wib. Sebab ia berpatokan pada pedagang yang masih membuka toko hingga pukul 17.00  Wib.

"Saya enggak dapat sosialisasi sebelumnya, cuma dengar pas ada petugas satpol lewat ngasih pengumuman pakai pengeras suara. Tahu-tahu kemarin pagi langsung kena sanksi dan disuruh sidang," ujarnya.

Dia pun terpaksa harus membayar denda sebesar  Rp 252.000, untuk disalurkan ke kas negara. Terdiri dari sanksi denda Rp 250.000 dan Rp 2.000 biaya sidang. 

"Uang di dompet kurang, tadi minta waktu dulu karena harus ke atm ambil uang. Bagi penjual, ya disuruh tutup dan kena denda cukup berat karena untuk ke rumah perlu bawa uang. Tapi setelah kena denda ini memang bikin kapok soalnya uang darimana kalau bayar denda terus," katanya.

Sekda Kota Cimahi Dikdik Suratno  yang memantau pelaksanaan sidang mengatakan, pihaknya tidak berharap harus memberi sanksi kepada masyarakat agar patuh prokes. 

"Satu hal yang tidak kita harapkan, tapi ada aturannya dan harus dilaksanakan. Dengan adanya tipiring ini mudah-mudahan memberi efek jera bagi masyarakat agar taat prokes. Jangan kita melihat pandemi covid dengan biasa saja, kondisi sekarang sudah luar biasa dan semoga masyarakat semakin sadar untuk mematuhi prokes, ujarnya.

Dia menilai, masih ada masyarakat yang abai terhadap prokes. "Faktanya seperti itu, masih ada kelompok masyarakat yang belum sadar akan bahaya Covid meski sebagian sudah semakin tertib. Tapi jangan sampai ketidaksadaran sebagian orang ini justru dicontoh orang lain dan  ikut-ikutan abai hingga membahayakan sekitarnya," katanya.

Menurut Dikdik, pihaknya  tetap memberlakukan sosialisasi dan penegakan disiplin prokes masyarakat selama PPKM Darurat berlangsung. Dengan demikian, diharapkan dapat menekan penyebaran Covid-19 di Kota Cimahi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00