Sektor UMKM Jadi Tumpuan Disabilitas

KBRN, Bandung: Ketua Yayasan Paralympian Sejahtera Mandiri Djumono mengemukakan, penyandang disabilitas sebagian besar bergantung penghasilan ekonominya pada usaha kecil dan mikro. Hal itu digeluti penyandang disabilitas karena pekerjaan di sektor industri maupun perusahaan, hanya sedikit yang mempekerjakan orang berkebutuhan khusus.

Diakui Djumono UMKM disabilitas perlu banyak dukungan dari berbagai pihak, baik dari segi bimbingan, jaringan pemasaran hingga permodalan. 

"Usaha kecil menjadi tumpuan ekonomi bagi penyandang disabilitas, berdasarkan klausul dalam UUD 45 di amanat UU no 8 tahun 2016, bahwa kaum disabilitas mempunyai hak yang sama dengan warga lainnya. Dalam pemenuhan itu kami memerlukan dukungan dari pemerintah dan element masyarakat lainnya, untuk dapat mandiri," terang Djumono, dalam dialog Pro 1 RRI  Bandung Suara Difabel, Sabtu (27/2/2021).

Djumono akui para disabilitas yang ada dalam yayasannya, terkadang mereka mengalami kesulitan mengelola keuangan apabila mendapatkan bonus dari event olahraga yang digelar pemerintah. 

"Disabilitas profesi atlet ketika mendapatkan bonus setelah event 4 tahun seperti Porda, Peparda, Peparnas terkadang bingung uangnya mau dibuat apa. Kalau yang punya usaha seperti saya dapat digunakan modal. Tetapi bagi yang belum paham usaha mereka bingung,"ungkap Djumono.

Menyikapi program HIPMIKINDO yang menyasar disabelitas, Djumono mengapresiasi dan berharap HIPMIKINDO dapat mendampingi disabilitas untuk mengembangkan diri dalam UMKM. Karena pada dasarnya penyandang disabilitas tidak ingin dikasihi, tetapi ingin diberi kesempatan seperti warga normal lainnya.

Hal senada juga dikatakan  Sekertaris Himpunan Pengusaha Mikro dan kecil (Hipmikindo) Jabar  Deris Friyanto. Dikatakan Deris yang juga, Hipmikindo Jabar telah membuat program kerja UMKM Disabilitas Juara, yang akan memberikan pendampingan usaha penyandang disabilitas.

"Kami akan mengimplementasikan amanat dari UUD 45, dan UU Cipta Kerja salahsatunya pemenuhan hak disabilitas, Kami menarik kesimpulan bahwa penyandang disabilitas bukan untuk dikasihani, tetapi diberi kesempatan hak yang sama dengan warga negara lainnya," tambah Deris yang juga menjadi narasumber acara Suara Difabel RRI.

"Melihat dilapangan tersebut, kami akan memberikan pendampingan, pelatihan, advokasi hingga pengembangan terhadap pelaku usaha penyandang disabilitas. Agar potensi mereka menjadi acuan bahwa kompetensinya menjadi kepercayaan diri untuk terus berusaha, Terlebih adanya UU Cipta Kerja, penyandang disabilitas mendapatkan presentasi lebih untuk diterima di dunia kerja, ini akan kita dorong,"imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00