Pussenif TNI-AD Kunjungi DAHANA Ada Apa?

PT. Dahana (Persero) Dikunjungi Pussenif TNI-AD, Rabu (10/8/2022) (Foto Dok/Dahana)

KBRN, Subang: Dalam rangka membahas teknis teknologi propelan, Direktur Pembinaan Penelitian dan Pengembangan PUSSENIF TNI Angkatan Darat Kolonel (Inf) Sunarto, beserta tim mengunjungi DAHANA. 

Vice President Energetic Material Center (EMC) DAHANA Benny Gunawan menyambut baik, tim Litbang PUSSENIF AD di Kampus DAHANA, Subang, Selasa (9/8/2022).

Dalam sambutannya, Benny menuturkan, DAHANA pusat bahan berenergi tinggi DAHANA, sudah mampu dan siap untuk mengembangkan, serta memproduksi propelan. Sehingga diharapkan, dapat meningkatkan kerjasama lebih intens, dengan PUSSENIF TNI AD ke depannya, sebagai salah satu rekan strategis DAHANA, dalam memenuhi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI.

“Saat ini, DAHANA sepenuhnya sudah mampu dan siap, untuk mengembangkan, serta memproduksi propelan padat. Kami juga akan tetap mendukung kerjasama, yang telah terjalin selama ini dengan PUSSENIF TNI AD. Kami berharap, dengan peningkatan fasilitas yang dimiliki DAHANA, dapat berkontribusi mewujudkan kemandirian Alutsista nasional,” ungkap Benny.

Hal ini disambut baik oleh Sunarto, menurutnya, tim Litbang PUSSENIF AD, akan berkoordinasi dengan pimpinan PUSSENIF, dan unit-unit internal TNI AD, untuk mempersiapkan kemungkinan kerjasama, yang akan dilakukan bersama DAHANA. Secara prinsip, PUSSENIF AD mengapresiasi kinerja DAHANA selama ini, dan mendukung produksi propelan yang dilakukan oleh Energetic Material Center DAHANA.

“Kunjungan kami disini, untuk mengetahui seberapa siap, dan mampu EMC DAHANA untuk memproduksi propelan. Nantinya propelan ini akan digunakan dalam produksi roket-roket kecil TNI AD, seperti Senjata Lawan Tank, yang akan digunakan oleh pasukan infanteri TNI AD,” ujar Sunarto.

Sebelumnya, DAHANA, HARIFF, dan PUSSENIF, telah menyelenggarakan serangkaian uji coba Senjata Lawan Tank, sebuah senjata versi kecil dan ringan, yang dapat ditembakkan oleh satu orang personel, dengan menggunakan peluncur yang ditembakkan di atas bahu, dan disebut sebagai senjata panggul.  SLT dikembangkan, sebagai upaya melengkapi kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) militer Indonesia, disamping produk-produk lainnya. Keberadaan SLT juga akan memperkuat sistem pertahanan nasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar