Kanwil DJPB: Kinerja APBN Jawa Barat Semakin Baik di Tengah Risiko Global

Tangkapan layar zoom meeting DJpb Jabar dengan perwakilan keuangan Jabar (Foto: Rengga/RRI)

KBRN, Bandung: Perwakilan Kementerian Keuangan mengumumkan Kinerja APBN Jawa Barat bulan Mei 2022, bahwa Triwulan I 2022 perekonomian Jawa Barat tumbuh positif 5,61 persen dan diharapkan terus berlanjut di triwulan berikutnya. 

Berdasarkan itu, Bank Indonesia memprediksikan Perekonomian Indonesia tumbuh pada rentang 4,7%-5,5% (yoy) dampak eskalasi tensi geopolitik global.

Plt Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Jawa Barat (Djpb) ade rohman menjelaskan, Pemulihan ekonomi Jawa Barat masih tetap dibayangi tantangan dan risiko global, sehingga peran APBN sebagai shock absorber sangat diperlukan, dengan tetap memperhatikan kinerja APBN agar tetap sehat, sustainabel dan kredibel.

"Perkembangan kasus harian Covid-19 di Jawa Barat masih terkendali. Namun kemunculan varian baru perlu diwaspadai karena pandemi Covid-19 belum sepenuhnya selesai, akselerasi vaksinasi menjadi instrumen utama untuk transisi dari pandemi menuju ke endemi," ungkap Ade, dalam agenda rilis kinerja APBN melalui zoom meeting di Bandung, Senin (27/6/2022).

Terkendalinya pandemi semakin mendukung peningkatan mobilitas dan perekonomian, utamanya saat Idul Fitri. Seiring terkendalinya pandemi Covid-19, tantangan dan risiko global bergeser ke arah peningkatan harga komoditas, memanasnya tensi geopolitik, serta percepatan pengetatan moneter AS.

"Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Siaran Pers APBN Kita tanggal 23 Juni 2022, bahwa Pertumbuhan ekonomi tidak tergantung lagi hanya dari sisi APBN, bahkan APBN sekarang bergeser sebagai instrumen untuk menjaga shock, tapi bukan lagi sebagai lokomotif utama untuk pertumbuhan ekonomi, karena mesin pertumbuhan sudah mulai menyala melalui konsumsi investasi dan ekspor," katanya.

Berdasarkan hal tersebut, Kinerja APBN yang semakin baik tetap dijaga agar dapat terus berfungsi secara optimal, untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan serta menjaga keberlanjutan pemulihan ekonomi. Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pemulihan ekonomi dalam rangka mengatasi kenaikan harga-harga. 

Upaya Pemerintah tersebut dilakukan melalui peran fungsi APBN yang dilakukan melalui dua instrumen utama, yakni penerimaan dan belanja negara.

Realisasi belanja negara di Jawa Barat sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai Rp39,57 triliun atau 35,79 persen dari target APBN 2022. Realisasi Belanja Negara tersebut meliputi Belanja Pemerintah Pusat tercapai sebesar Rp13,77 triliun atau 31,32 persen dari target APBN 2022 dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp25,80 triliun atau 38,74 persen dari target.

Kinerja penyerapan belanja akhir triwulan II 2022, diharapkan semakin baik seiring dengan akselerasi belanja barang K/L dan belanja modal untuk berbagai proyek pembangunan di Jawa Barat, seperti pengembangan bendungan, danau, dan bangunan penampung air lainnya, pelayanan transportasi perkeretaapian, pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional, pengembangan jaringan irigasi permukaan, rawa, dan non-padi, serta program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. 

Realisasi Program PC-PEN tahun 2022 untuk Perlindungan Sosial sampai dengan Mei 2022 di Jawa Barat untuk program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp2,29 triliun, untuk 1.74 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Sembako sebesar Rp3,92 triliun untuk 3,95 juta KPM, Bantuan Minyak Goreng sebesar Rp1,19 triliun untuk 3,95 juta KPM dan realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebesar Rp864,92 miliar yang disalurkan kepada 675,49 ribu KPM pada 4.906 Desa di Jawa Barat.

Selanjutnya, penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai Rp25,79 triliun, masih ditopang dana Transfer ke Daerah, yaitu realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp16,31 triliun atau 50 persen dari alokasi yang tumbuh sebesar 4,83 persen, realisasi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik sebesar Rp6,01 triliun dengan sudah tersalurnya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) serta dana Bantuan Operasional PAUD (BOP).

Sedangkan untuk realisasi DAK Fisik di Jawa Barat sebesar Rp133,03 miliar atau 4,08 persen tumbuh positif sebesar 216,66 persen dan realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp807,42 miliar atau 14,71 persen, serta realisasi Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp32,89 miliar atau 11,53 persen. 

Untuk realisasi Dana Desa di Jawa Barat tumbuh cukup signifikan sebesar 41,48 persen dibandingkan bulan Mei tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp2,49 triliun atau 40,60 persen dari pagu. 

Pendapatan Negara Melanjutkan Kinerja yang Baik dengan Tumbuh PositifHingga akhir bulan Mei 2022, realisasi Pendapatan Negara di Jawa Barat tercatat sebesar Rp63,03 triliun atau 53,48 persen dari target APBN tahun 2022.  Capaian tersebut lebih tinggi Rp17,77 triliun dari   periode yang sama tahun lalu, melanjutkan tren kinerja positif yang terjadi pada bulan April 2022. 

Dari sisi pertumbuhannya, realisasi Pendapatan Negara di Jawa Barat tumbuh 39,29 persen (yoy). Secara nominal, realisasi komponen penerimaan yang bersumber dari perpajakan mencapai sebesar Rp60,99 triliun atau 53,73 persen dari target APBN dan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp2,03 triliun atau 46,9 persen dari target APBN. 

Berdasarkan pertumbuhannya, realisasi  penerimaan perpajakan dan PNBP tumbuh berturut-turut sebesar 39,93 persen (yoy) dan 22,26 persen (yoy).Capaian realisasi penerimaan perpajakan bersumber dari penerimaan pajak dan kepabeanan dan cukai.

Dari sisi penerimaan pajak, hingga akhir Mei 2022 capaian tercatat sebesar Rp41,53 triliun atau 51,96 persen terhadap target APBN. Penerimaan pajak tersebut tumbuh sebesar 34,22 persen secara (yoy). Secara nominal, penerimaan pajak didorong pertumbuhan positif dari komponen Pajak Penghasilan (PPh) tumbuh sebesar 42,85 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM tumbuh sebesar 25,74 persen, dan Pajak Bumi dan Bangunan tumbuh sebesar 16,86 persen. Kinerja pajak konsisten tumbuh positif karena kebijakan insentif pajak dan pulihnya aktivitas ekonomi Jawa Barat.    

Penerimaan Pajak sampai dengan Mei 2022 ditopang oleh lima sektor dominan yang menyumbang 79,83 persen penerimaan pajak Provinsi Jawa Barat. Mayoritas sektor utama penerimaan pajak terus melanjutkan tren pertumbuhan yang positif bulan sebelumnya. 

"Program Pengungkapan Sukarela (PPS) berlaku hingga tanggal 30 juni 2022. PPS memberikan masyarakat tarif yang murah, yang bertujuan untuk mendorong wajib pajak atau masyarakat membayar pajak harta kekayaannya, untuk pemasukan kas negara," jelas Kepala Kanwil Dirjen Pajak Jabar 1, Erna Sulistyowati.

Sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran serta Kegiatan Jasa Lainnya tumbuh cukup signifikan dimana kinerjanya didorong oleh peningkatan produksi, ekspor dan impor, serta konsumsi masyarakat akibat pulihnya permintaan global dan domestik dimana masing-masing memiliki kontribusi sebesar 47,73 persen, 19,72 persen dan 5,12 persen. Untuk sektor Jasa Keuangan dan Asuransi berkontribusi sebesar 3,68 persen karena peningkatan setoran PPh 21, profitabilitas mulai membaik.

Sedangkan Sektor Real Estat memiliki kontribusi dalam penerimaan pajak sebesar 3,56 persen yang kinerjanya didorong oleh pertumbuhan aktivitas konstruksi.

Penerimaan perpajakan yang bersumber dari kepabeanan dan cukai di Jawa Barat, realisasinya sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai sebesar Rp19,46 triliun atau 57,94 persen terhadap target APBN 2022 dan tumbuh sebesar 53,9 persen (yoy).  

Kinerja kepabeanan dan cukai berdasarkan nominal dan pertumbuhannya tercatat positif dan tumbuh siginifikan di semua komponen. Penerimaan Bea Masuk mencapai sebesar Rp432,65 miliar atau 61,52 persen dari target APBN 2022 dan tumbuh sebesar 70,84 persen (yoy) karena didorong kinerja impor Jawa Barat, terutama mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanis serta kain rajutan. 

Selanjutnya, penerimaan Cukai mencapai Rp19,03 trilliun atau 57,86 persen dari target APBN 2022 dengan tumbuh sebesar 53,58 persen (yoy).

Realisasi PNBP sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai Rp2,03 triliun atau 46,92 persen dari target APBN 2022 dan tumbuh sebesar 22,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).

Pencapaian realisasi PNBP di Jawa Barat tersebut terutama bersumber dari realisasi PNBP lainnya sebesar Rp1,18 triliun atau 70,82 persen dari target APBN 2022 dan pendapatan badan layanan umum (BLU) sebesar Rp849,25 miliar atau 31,93 persen dari target. 

PNBP lainnya tumbuh terutama didorong komponen PNBP Biaya Pendidikan, PNBP Kekayaan Negara dan Lelang, PNBP Pelayanan Pertanahan, PNBP Penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), dan PNBP Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). 

Meski masih diliputi ketidakpastian, pemulihan ekonomi Jawa Barat di tahun 2022 diperkirakan akan terus berlanjut. Membaiknya aktivitas ekonomi dan masyarakat Jawa Barat akibat pandemi Covid-19 yang makin terkendali ditengah kenaikan harga-harga komoditas, memberi tambahan pendapatan dan menciptakan kinerja APBN 2022 yang semakin baik dan kuat. Konsumsi masyarakat, investasi dan ekspor tumbuh cukup kuat dan menjadi pendorong pemulihan ekonomi, sehingga kinerja APBN Jawa Barat dapat terus berfungsi sebagai shock absorber, dan menjaga perekonomian dari tekanan ekonomi global yang masih volatile.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar