Jual Bahan Baku dari Lingkungan,Pemuda Pangandaran Raup Puluhan Juta

Illustrasi : Pemuda Pangandaran sukses jual bahan baku dari lingkungan (Dok.Dispora Pangandaran )

KBRN, Pangandaran : Budianto, seorang pemuda asal Dusun Padasuka, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat, sukses menjual bahan baku lingkungan. Ia mampu meraup puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Budianto mendirikan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bernama Bumi Lestari Indonesia. Bersama kelompok usaha ini, Budianto mengolah berbagai bahan baku lingkungan. Mulai dari daun sembung, daun tempuyung, daun kalaras, jerami, bilah bambu, daun bambu kering, lumpur sawah, kotoran hewan (kohe) dan lainnya.

Awalnya mencoba mengolah bahan baku lingkungan seperti daun pisang kering (kalaras). Kemudian ia iseng nengubggahnya ke media sosial. Ternyata respon netizen bagus dan banyak yang memesan.

“Merintis KUBE Bumi Lestari Indonesia tahun 2018. Puncaknya saat Pandemi Covid-19, hasil penjualan olahan bahan baku di marketplace meningkat. Bahkan omset meningkat sampai ratusan juta per bulan,” ujar Budianto, Senin (20/6/2022).

Budianto menyebut, usai pandemi ini omsetnya kembali turun menjadi puluhan juta. Rata-rata tahun 2022 ini sekitar Rp 50 juta sampai Rp 70 juta per bulan. Pendirian KUBE ini,  bertujuan untuk menumbuhkan minat warga sekitar dalam memanfaatkan bahan baku lingkungan. Sehingga bisa menjadi sebuah sumber penghasilan.

“Kami memiliki Karyawan sebanyak 4 orang ada yang bagian pengemasan, pengiriman, pengambilan barang dan quality control (QC). Kami juga sudah kerja sama dengan beberapa perusahaan ekspedisi Saya melakukan kegiatan ini motifnya ekonomi. Supaya tidak bergantung pada bantuan pemerintah. Kemandirian ekonomi,” kata Budianto.

Bahan baku dari lingkungan seperti kalaran dikirim ke berbagai daerah. Seperti Papua, Wamena, Sior, Biak dan Pengunungan Irian Jaya hingga Aceh.

“Saat ini KUBE Bumi Lestari Indonesia sudah bergabung dengan 5 besar Market place di Indonesia Seperti Tokopedia, shopee, bukalapak, lazada, Blibli,” paparnya.

Budianto pun berharap Pemkab Pangandaran bisa memfasilitasi untuk pengajuan Legalitas. Mengingat hingga saat ini belum ada campur tangan dari Pemerintah.

“Harapannya Pemda bisa mendorong KUBE ini menjadi sebuah koperasi. Sesuai dengan visinya ingin maju bersama sukses bersama dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian warga sekitar,” jelasnya.

Adapun bahan yang dijual di toko marketplace seperti Bahan dari lingkungan apotik hidup. Seperti daun sembung, daun tempuyung, jerami, bilah bambu, daun bambu kering, lumpur sawah, kotoran hewan (kohe) dan  ada beberapa katageri seperti media tanam, bibit, pupuk, perawatan hewan, kandang, groming (assesoris) kalaras dan lainnya. Ada media apotik hidup meliputi tanaman herbal, bibit, akar, batang,

Selain itu, kebutuhan dapur seperti coet, talenan, gilesan, sapu lidi dan kategori makanan sayuran. Termasuk kategori taman ada bibit ketapang, rumput jepang, bambu, bambu Komeng dan lainnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar