Pupuk Mahal, Petani Garut Alami Gagal Panen

KBRN, Garut : Petani di Kabupaten Garut mengeluhkan tingginya harga pupuk non subsidi yang kerap mengalami kenaikan secara berkala.

Salah seorang petani warga Kampung Babakan, Desa Sukasenang, Kecamaran Banyuresmi Garut, Ade Tajudin mengatakan, dari semula harga pupuk 90 ribu per balnya kini melonjak antara 120 hingga 135 ribu rupiah per balnya.

"Karena belum memiliki kartu tani, maka saya selama ini sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dan menggunakan pupuk non subsidi yang harganya terus naik," katanya, Selasa (24/5/2022).

Ia menyampaikan, akibat kekurang pupuk maka hasil panennya tidak maksimal bahkan terancam gagal panen.

"Yang biasanya panen padi dan palawija bisa mencapai 3 ton, kini turun drastis hanya 1,5 kwintal saja sehingga habis dengan modal modalnya," keluhnya.

Ade berharap pemerintah bisa mempermudah akses untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dan memberikan bantuan modal kepada petani yang merugi seperti dirinya.

"Saya harap pemerintah bisa menstabilkan dan menurunkan harga pupuk non subsidi serta mempermudah akses untuk mendapatkan pupuk bersubsidi agar petani seperti saya yang modalnya pas pasan  bisa kembali bangkit," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar