Dikunjungi Ketua PSHT, Raja Galuh Jalin Kerjasama Dagang Sunda - Tanah Bumbu

Raja Lembaga Adat Karaton Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana mengenakan kemeja La Nyalla Akademi kepada Dewan Cabang perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Cabang Tanah Bumbu Sismanto dan Ketua Cabang PSHT tANAH Bumbu Sugianto.(Foto:Istimewa)

KBRN, Bandung: Setelah dua hari berkeliling melaksanakan beberapa kunjungan di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Raja Lembaga Adat Karaton Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana beserta rombongan, hari ini dikunjungi oleh rombongan Dewan dan Ketua Cabang perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Cabang Tanah Bumbu.

Pada kunjungan tersebut, adanya kesepakatan bersama untuk mendirikan persaudaraan Sunda - Tanah Bumbu yang juga akan melibatkan seluruh anggota PSHT di Kabupaten Tanah Bumbu yang berjumlah kurang lebih 10.000 pesilat.

"Ahamdulillah pada pertemuan kali ini, telah dijalin silaturahmi dengan Dewan Cabang PSHT Tanah Bumbu, Bapak Sismanto, serta Ketua Cabang PSHT Tanah Bumbu, Sugianto,” tutur Evi Senin (23/5/2022).

Kesepakatan persaudaraan tersebut juga tampak dikukuhkan secara simbolis dengan pemakaia kemeja La Nyalla Akademi kepada kedua tokoh Pencak Silat Kabupaten Tanah Bumbu tersebut oleh Raja Galuh Pakuan.

"Bapak La Nyalla selaku Dewan Pembina Nasional PSHT, titip salam kepada pengurus dan segenap keluarga besar pesilat di Tanah Bumbu ini. Dipakaikannya kemeja La Nyalla Akademi ini sekaligus juga merupakan perpanjangan pemberdayaan sosial dan kemasyarakatan La Nyalla Akademia di daerah," lanjut Evi.

Pada kunjungan tersebut juga  dibahas kesepakatan kerjasama dagang antara Masyarakat Sunda di Jawa Barat, dengan Warga PSHT Tanah Bumbu, melalui mekanisme pembentukan rumah dagang.

"Kami akan mempertemukan Koperasi Jatman dengan Koperasi PSHT pada pertemuan selanjutnya untuk dibentuknya Rumah Dagang kita di Tanah Bumbu ini. Rumah dagang ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat Tanah Bumbu yang sampai dengan saat ini, masih sangat bergantung pada produk-produk dari Pulau Jawa. Pun sebaliknya, kebutuhan distribusi, pemasaran dan penjualan produk Tanah Bumbu ini juga akan kita fasilitasi agar dapat terserap melalui rumah-rumah dagang kami di Jawa Barat dan juga di Turki,”tutur Evi lagi.

"Selain rumah dagang, kami juga sepakat untuk bekerjasama melakukan pemberdayaan masyarakat Desa di Kalimantan Selatan. PSHT memiliki 10.000 pesilat yang tersebar di ratusan desa, dan kami bermitra dengan sakoladesa.id akan terus mensupport pemberdayaan masyarakat desa di seluruh Nuswantara,”tutup Evi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar