Miskin Fasilitas, Tangakapan Lobster Nelayan Minim

KBRN,Garut :  Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut, Sofyan Yani mengatakan, Wilayah Pantai Selatan yang terbentang hampir 80 KM dan melewati garis Pantai di 7  Kecamatan di Wilayah Garut Selatan, memiliki potensi biota laut komoditi ikan yang cukup besar termasuk lobster.

Menurut Sofyan,salah satu daerah yang memiliki potensi hasil tangkapan lobster di pantai selatan adalah di Kecamatan Cikelet,   terutama di Pantai Manalusu. Biasanya,  para nelayan bisa menangkap hibgga  5 kwintal lobster  dalam satu hari.

“Cikelet tepatnya dipantai Manalusu  merupakan salah satu daerah prngasul.ikan khususnya lobster maka dari itu kami melakukan pembinaan terhadap  nelayan yang  difokuskan ke lobster, (karena) salah satu komoditas yang boleh dikatakan cukup ekonomis memiliki nilai tinggi itu harganya sampai 600 ribu per kilo,”katanya,Selasa (12/10/2021).

Sofyan mengakui, hasil tangkapan nelayan untuk  lobster ini dinilai masih belum optimal,karena saat ini para nelayan masih  menggunakan  peralatan manual dalam penangkapan maupun produksi lobster. Maka dari itu, diperlukan alat yang lebih modern untuk meningkatkan area penangkapan sehingga produktivitas bisa lebih meningkat. 

“Harapan nelayan tadi mengharapkan dari pemerintah ada uduran untuk bantuan alat tangkap, alat tangkap (yang) terdiri dari perahu atau kapal yang berukuran 12 pk, kemudian jaring tangkap, dan alat-alat selam lainnya (seperti) kacamata dan gas segala macam, itu insya Allah dengan kelengkapan itu produksi bisa meningkat,” pungkasnya.

Selain itu ditambahkan Sofiyan,pihaknya sudah mrnganggarkan di APBD 2022 untuk.batuan kapal nelayanan kapasitas 3 Gross Not (GT).

"Untuk memudahkan para nelayan dalam menangkap lobster diperlukan fasilitas penunjang, salah satunya adalah kapala nelayan yang lebih besar lagi kapasitasnya minimal 3 GT,"Pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00