Percepatan Pemulihan Ekonomi, APINDO Jabar; Kolaborasi dan Sinergitas Dunia Usaha Jadi Kunci Penting

Ketua APINDO Jabar Ning Wahyu Astutik bersama Menteri BUMN Erick Thohir.

KBRN, Bandung: Guna mempercepat pemulihan ekonomi di era pandemi serta peningkatan daya saing daerah dan mendorong peningkatan kontribusi sektor industri terhadap ekonomi produktif melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),pengembangan ekonomi daerah dan penguatan sektor ekonomi prioritas, pemerintah provinsi Jawa Barat menerbitkan  Surat Edaran (SE) nomor 163 tahun 2021.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat Ning Wahyu Astutik mengungkapkan, dengan adanya SE Gubernur Jawa Barat tersebut, merupakan upaya untuk menjaga stabilitas dunia usaha di Jawa Barat. Dikatakan dia, semua pengusaha yang tergabung dalam berbagai macam asosiasi harus bersinergi menjaga kondusivitas dunia usaha, bukan malah berkompetsi terutama di era pandemi saat ini.

“Makin banyak asosiasi, makin banyak anggota yang terjaga, makin kondusif dunia usaha. Jawa Barat memiliki potensi dan tantangan yang sama-sama besar,”ucap Ning dalam keterangannya Selasa, (12/10/2021).

Dikatakan dia, SE dibuat  didasari oleh keprihatinan begitu banyaknya perusahaan – perusahaan yang relokasi, keluar dari Jawa Barat, pindah ke Jateng atau daerah lain. Dan tidak terdeteksi atau tercatat dengan baik.

Juga banyaknya perusahaan – perusahaan tutup, dan tidak terdeteksi atau tercatat dengan baik sebab musababnya.

” Kami berpikir bahwa apabila kami memiliki data – data perusahaan sebagai anggota  kami, maka ada beberapa hal yang bisa kami deteksi lebih awal, kami pelajari, kami petakan dan kami komunikasikan untuk kemudian dicarikan langkah – langkah solutif terbaik sehingga bisa kita cegah adanya relokasi maupun penutupan perusahaan – perusahaan tersebut,”jelas dia.

Relokasi dan tutupnya perusahaan ini dikatakan Ning, efeknya sangat besar, yaitu naiknya jumlah pengangguran secara signifikan. Apalagi banyak sekali perusahaan – perusahaan yang relokasi dan tutup ini adalah perusahaan padat karya dengan jumlah perusahaan berkisar di 150 perusahaan sampai saat ini. Dan jumlah pengangguran terbuka kita dith 2021 berjumlah 2,1 juta atau 24,9 persen dari total pengangguran nasional.

Sedangkan terkait adanya keberatan dari Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (ASPANJI) dan Perkumpulan Pengusaha Engijinering (PPEJB) mengenai poin pertama dalam SE yang ditandatangani Ridwan Kamil  ditujukan kepada perusahaan yang memiliki jumlah karyawan lebih dari 200 orang menurut Ning. 

“Bukan berarti yang dibawah dua ratus tidak penting, kami berpikir dari sisi impact nya aja sih. Bahwa semakin banyak jumlah karyawan dari perusahaan yang tutup atau melakukan relokasi, maka semakin besar juga dampak yang ditimbulkan secara ekonomi di Jawa Barat ini. Karena bukan hanya karyawan perusahaan yang kehilangan pekerjaan, tetapi efek domino dari hal tersebut sangat luar biasa,”jelas dia.

“Di situasi yang sedang penuh perjuangan untuk pengusaha ini, dibutuhkan kolaborasi serta suasana yang teduh untuk berusaha. Kita bantu pengusaha mempersiapkan diri bangkit dari suasana Pandemic. Dalam beberapa kali komunikasi saya dengan beberapa Country Manager beberapa brand produk ternama, saya memperoleh kabar adanya industry yang tidak beroperasi lagi di Vietnam dan sedang mencari tempat tujuan investasi baru. Alhamdulillah Cirebon dan Indramayu termasuk menjadi tujuan investasi tersebut.  Alhamdulillahnya lagi, perusahaan - perusahaan baru ini adalah perusahaan Padat Karya sehingga akan menyerap ribuan tenaga kerja, dan memiliki efek domino yang juga besar,”tambah dia.

APINDO menurut Ning, bangga dengan banyaknya asosiasi di Jawa Barat. Semakin banyak Asosiasi, semakin tertata juga dunia usaha. Masing – masing asosiasi akan membina, menjaga, membantu anggotanya. Dan hal tersebut akan makin maksimal jika ada lintas kolaborasi, didasari oleh pikiran – pikiran positif serta visi yang sama.

“Sangat kerdil jika ada yang berpikir bahwa ada persaingan antar Asosiasi, karena sejatinya Asosiasi – Asosiasi di Jabar adalah bersaudara, didalam keluarga besar bernama  KADIN. Dan saya sangat yakin, sebagai orang tua, KADIN akan selalu mendukung ‘anak – anaknya ‘ bekerja, bersatu, berkolaborasi, dan belajar untuk selalu saling memahami serta menghargai,”tutup dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00