Besok, BEM Se Indonesja Unjuk Rasa Tuntut Perlindungan Peternak Rakyat Mandiri

Kolase kondisi kandang peternak ayam di tasikmalaya (marliawan/RRI)

KBRN, Bandung : Gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa Se - Indonesia (BEM SI) Kerakyatan, akan menggelar aksi damai ke Taman Aspirasi Monas dan DPR RI, pada hari Senin 11 Oktober 2021. Untuk menyampaikan "Maklumat Mahasiswa Tuntaskan Polemik Perunggasan Nasional".

Koordinator Lapangan dari UNPAD Firdaus Susanto menyatakan, ada 7 point Maklumat Mahasiswa, yaitu, Restorasi pelaksanaan ekonomi pancasila yang tertuang dalam UUD 1945, Restorasi perlindungan dan pemenuhan hak peternak rakyat mandiri untuk dapat berusaha dengan aman dari sistem ekonomi yang eksploitatif.

"Restorasi komitmen pemerintah dalam upaya membangun kedaulatan pangan dan memberdayakan peternak rakyat mandiri, keempat, Restorasi hak budi daya kepada peternak rakyat mandiri," ungkap Firdaus, Di Bandung, Minggu (10/10/2021).

Point lainnya, Mendesak Presiden terbitkan Perpres perlindungan peternak rakyat mandiri dan merevisi UU 18 Tahun 2009 j.o UU 41 Tahun 2014, tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Menuntut Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk segera implementasikan 4 arahan presiden dan membentuk segmentasi pasar, untuk perusahaan integrasi (korporasi) dan peternak rakyat mandiri.

"Serta Menuntut Menteri Pertanian untuk transparansi seluruh data perunggasan meliputi (Data kuota import GPS, data peredaran DOC FS di peternak mandiri, koperasi, perusahaan integrasi dan kemitraan, data besaran alokasi fasilitas rantai dingin dan peredaran Ayam Ras Pedaging (livebird) oleh perusahaan integrasi)," imbuh Firdaus.

Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra menuturkan, pihaknya akan bersama peternak ayam untuk menuntut kedaulatan pangan, dan menuntut keberpihakan pemerintah dalam hal perunggasan.

"Kami BEM UI bersama peternak mandiri, berjuang demi kedaulatan pangan, karena Peternak rakyat mandiri sebagai anak kandung negeri ini yang seharusnya dilindungi negara," ucap Leon.

Koordinator BEM Jabodetabek dan Banten Rizki al Faridzie dan Ketua BEM Peternakan Unsoed, Usup, sepakat adanya pertemuan antara Presiden Jokowi dengan perwakilan peternak, yang menghasilkan 4 arahan presiden, faktanya tidak semata-mata dapat menuntaskan fluktuasi harga dan kesenjangan ekonomi, dalam polemik perunggasan nasional.

"Kami mahasiswa BEM SI bersama peternak ayam akan berjuang, menuntut keberpihakan Pemerintah kepada peternak ayam mandiri, pada 11 Oktober besok," kata Rizki.

Peternak Ayam asal Jawa Timur Fathoni menuturkan, pihaknya menginginkan Kepres perlindungan peternak rakyat mandiri bukan Surat Edaran Cutting DOC yang kembali diterbitkan oleh Kementerian Pertanian RI.

"Peternak Ayam Mandiri semenjak 12 tahun lalu selalu dirugikan, kami ingin menuntut diterbitkannya Kepres untuk melindungi keberadaan kami bukan SE Cutting DOC" pungkasnya.

Aksi yang akan digelar Senin besok (11/10/2021) di Jakarta akan melibatkan masa dari Peternak dan Mahasiswa yang berasal dari Jabodetabek Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai bentuk solidaritas Peternak Ayam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00