Peternak di Tasikmalaya Keluhkan Harga Telur Yang Anjlok

"Nandang Suryana peternak ayam petelur menunjukan stok telur ditempatnya yang menumpuk. Meski harga telur murah, telur yang ada sulit dipasarkan," (Nova Nugraha/ RRI)

KBRN, Tasikmalaya : Hampir selama dua bulan terakhir, harga telur ayam ditingkat peternak anjlok. Harga telur ditingkat peternak saat ini hanya Rp. 13900 per kilo. Padahal sebelumnya berkisar Rp. 18.000,- per kilo. Kondisi ini membuat peternak merugi.

"Telurnya murah, sedangkan pakan terus naik. Kami rugi," kata Nandang Suryana peternak ayam di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya kepada RRI, Rabu (22/9/2021).

Ia menjelaskan, harga telur di Tasikmalaya dipengaruhi harga telur Blitar yang menjadi standar harga telur di pasaran.

"Tiap waktu harganya berubah. Namun kali ini justru terus turun. Hari ini saja tiga kali turun," jelasnya.

Penurunan harga telur ini, tidak dibarengi dengan minat masyarakat yang tinggi untuk membeli telur. Kondisi ini kata Nandang, justru semakin membuat peternak terpojok.

"Harganya murah, tapi pasarnya juga tidak ada. Sebelum harganya turun, saya biasa kirim ke warung- warung. Untuk disekitar sini saja sudah habis.Tapi sekarang tidak, stok di gudang saja ada dua ton lebih," imbuhnya.

Nandang berharap, pemerintah turun tangan dengan kondisi yang menimpa peternak saat ini. Misalnya memberi bantuan subsidi, agar peternak tidak merugi.

"Jangan ketika harga telur naik, Satgas Pangan sering datang kesini. Tapi ketika anjlok begini, tidak ada yang memperhatikan kami," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00