PT. PELNI Gandeng Raja Galuh Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat Timur Indonesia

KM Dempo Milik PT. PELNI (Persero) Pertama Berlabuh Di Patimban Subang

KBRN, Subang: Dengan berlabuhnya Kapal KM Dempo milik PT. PELNI (Persero) di Pelabuhan Patimban Subang, yang merupakan kapal pengangkut logistik, berupa pangan dengan rute ke wilayah Timur Indonesia.

Dengan berlabuhnya KM Dempo tersebut, membuka peluang bagi Pemkab Subang, untuk menjual hasil pertaniannya, dan hasil kerajinan UMKM ke luar pulau Jawa.

Maka dari itu PT. PELNI (Persero) menggandeng Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, yang sejak 2018 lalu, sudah mulai bergerak dalam swasembada pangan. Mulai dari hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, serta hasil produksi UMKM.

Terkait hal itu Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, yang hadir di Pelabuhan Patimban, Kamis (24/6/2021), ketika Kapal Dempo berlabuh menyatakan, pihaknya siap menjalin kerjasama pengadaan pangan, dan logistik lainnya dengan PT. PELNI dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia bagian timur.

"Selama saling menguntungkan, kenapa tidak, kerjasama ini kita jalani. Dan Galah Pakuan sudah memiliki tatanan masyarakat, yang sudah bergerak sejak lama dalam hal swasembada pangan tersebut," ujar Evi kepada RRI di Subang, Kamis (24/6/2021).

Evi mengungkapkan, swasembada pangan yang masyarakat Galuh lakukan selama hampir 4 tahun berjalan ini, seperti bank domba, pembesaran ikan gurame, kemudian swasembada beras, buah-buahan, serta kopi, bahkan masih banyak lagi hasil pangan yang lainnya.

"In Syaa Alloh, apa yang PELNI butuhkan, kami siap memasoknya, berapapun permintaannya," tegasnya.

Evi juga menyebutkan, pada tahun 2019 yang lalu, ada permintaan kerjasama dari Pemprov DKI, melalui PD Pasar Jaya, seperti permintaan beras, daging ayam, telur, sayur mayur, buah-buahan dan komoditi pangan lainnya. Namun sayangnya, terkendala dengan adanya pandemi covid-19, sehingga kerjasama tersebut tertunda hingga saat ini.

"Mudah-mudahan saja kerjasama dengan PELNI, bisa terealisasi, sehingga kesejahteraan masyarakat Galuh bisa terwujud, sebagai implementasi dari ngabeungharken nu sangsara, atau mengkayakan orang miskin. Sekaligus membantu program percepatan pemulihan ekonomi yang dicanangkan pemerintah, akibat pandemi corona," pungkas Evi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00