Pemilu Masih Jauh, Geliat Politik Mulai Terasa

Ilustrasi

Meski pesta demokrasi 2024 masih cukup lama, namun geliat politiknya sudah terasa di penghujung 202. 

Partai politik dan kandidat yang bakal maju di pemilu 2024, baik kepala daerah, parlemen hingga calon presiden sudah mulai pasang kuda-kuda. Sebut saja partai besutan Surya Paloh, yakni partai Nasdem. Di pertengahan 2021, nasdem Jawa barat merekomendasikan gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk maju di pilpres 2024 melalui konversi, yang dilakukan NasDem Pusat. Kemudian deklarasi masyarakat di kabupaten Sumedang yang mendukung Anis Baswedan sebagai calon RI satu, deklarasi Sandiaga Uno di kota Bandung dan juga deklarasi yang dilakukan  Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa yang mendorong Ridwan Kamil untuk maju di kontestasi Pilpres 2024 nanti.

Prediksi tahun 2022 nanti geliat politik menuju 2024 yang semakin kentara, juga dikatakan Guru Besar Politik Keamanan Universitas Padjajaran Bandung,  UNPAD Bandung Prof. Muradi. Dikatakan Muradi, aktifitas politik di 2022 nanti bakal meningkat, baik pilpres, pilgub hingga pileg. Ia juga mengatakan, bila Ridwan Kamil maju ke perhelatan pilpres, maka pilgub Jabar bakal ramai.

Muradi juga memprediksi, ada beberapa Srikandi yang bakal ikut dalam kontestasi tersebut, diantaranya Bupati Karawang Celica, kemudian Neti  persetyani, Desi Ratnasari dan Nurul Arifin serta atalia Prasatya.

Menurut Muradi dengan adanya nama-nama tersebut berarti masyarakat Jawa Barat sudah semakin dewasa dan bisa menerima pemimpin perempuan. Meski bisa diambil contoh kasus Kabupaten Bandung yang mengusung dua perempuan sebagai calon bupati namun keduanya kalah.Disinggung mengenai peluang calon gubernur perempuan ini menurut Muradi peluangnya sama. 

Kuda kuda menuju 2024 pun dipasang Partai Keadilan Sejahtera PKS Jawa Barat diakhir tahun 2021. Bahkan partai yang merupakan salah satu penguasa di Jawa Barat ini membuka bagi siapa saja yang ingin menjadi kepala daerah maupun legislator. Syaratnya mereka harus mengikuti sekolah politik yang digelar PKS Jawa Barat. Dari hasil sekolah itu, nantinya disaring calon yang berpotensi untuk maju dalam pesta demokrasi. 

Tak mau kalah dengan gerakan partai lainnya, partai Golkar Jawa Barat pun di penghujung 2021 bersiap pasang pondasi untuk meraih kemenangan pada pemilu 2024 nanti . 

Selain mengusung Ketum Golkar  Airlangga Hartanto di pilpres 2024, partai berlambang pohon beringin ini menjaring potensi dari kader-kader muda. Meski masih menyisakan permasalahan di internal partai, Golkar Jawa Barat menyatakan optimis bakal menjadi pemenang di pelimu nanti.

Partai Gelora yang merupakan partai baru pecahan PKS, pertengah tahun 2021 mulai melakukan gerakannya di Jawa Barat. Selain menjaring kader-kader muda untuk persiapan 2024 nanti, partai Gelora Jawa Barat pun menyiapkan kuda-kuda untuk parliamentary threshold, agar dapat ambil bagian pada pemilu nanti. Poster dan spanduk partai Gelora di penghujung tahun 2021 pun banyak bertebaran.

Sementara partai penguasa PDI Perjuangan, di penghujung 2021, juga sudah menyiapkan kader-kader pilihan untuk bertarung di Pemilu 2024.

Menentukan pilihan calon pemimpin itu ibarat kita akan memilih pasangan hidup berumah tangga. Tentu calon ideal yg menjadi dambaan setiap orang adalah memiliki "bibit-bebet- bobot". Jika dalam istilah sunda "Dan-Din-Dun (Hade Dandan- Hade Agama-Hade Dunya).

Namun  siapapun pemimpinnya nanti, yang pasti dapat membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi umatnya dan membawa bangsa ini lebih baik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar