Wayang Wong Konsep Sinematografi Film di Pertunjukan ISBI Bandung

Kadisparbud, Rektor ISBI, anggota DPRD Jabar dan akademisi ISBI (Foto: Rengga/RRI)

KBRN, Bandung : Perpaduan seni wayang wong (wayang orang) dengan sinematografi film, yang digelarkan ISBI Bandung bertajuk "Revitalisasi Jabang Tutuka", banyak menampilkan konsep visual dan digital, khususnya seni tari.

Pertunjukan tersebut dikemas dalam projek film yang mengedepankan alur cerita pewayangan dan teknologi, yang menarik untuk ditonton.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat Benny Bachtiar, mengatakan, pasca terjadi reformasi 98, anak - anak kehilangan jati diri terhadap seni. Sehingga kolaborasi seni pertunjukan yang dilakukan ISBI Bandung, harus menjadi tolak ukur kemajuan teknologi bidang seni tanpa menghilangkan esensi kearifan lokal.

"Tentunya dengan pertunjukan ini menjadi satu dorongan kreatifitas untuk menghasilkan karya kolaborasi terbaik. Gubernur mengatakan lebih baik memutuskan salah dan diperbaiki, daripada tidak melakukan sama sekali. Kami apresiasi kepada ISBI Bandung" terang Benny, di ISBI Bandung, Rabu (25/5/2022)

Ia menambahkan, seni kearifan lokal harus digaungkan, salah satunya seni atraksi. Sehingga jati diri sunda akan terangkat yang berdampak peningkatan ekonomi kerakyatan.

Sementara itu Rektor ISBI Bandung, Prof Een Hendiana menjelaskan, latar belakang membuat karya wayang wong bentuk sinematografi film, karena kurangnya gelaran ini di masyarakat luas.

"Saya melihat di priangan ini sudah tidak hidup di masyarakat luas, yang ada hanya di kampus ISBI. Harapan kedepan, kita ingin wayang wong ini menjadi pertunjukan rutin di ISBI Bandung, kita undang pelajar untuk datang ke ISBI menonton pertunjukan ini," kata Rektor.

Senada dengan itu, anggota DPRD Jabar Buki Wibawa Karya menuturkan, kata kunci dari revitalisasi Jabang Tutuka, adalah reformasi seni yang dipertontonkan. ISBI Bandung harus menjadi candradimuka terhadap nilai tradisi.

"Alur cerita Jabang Tutuka, adalah transformasi kesaktian dari tokoh gatot kaca. ISBI adalah kawah candradimuka menjadi penjaga gawang nilai tradisi dan produk warisan budaya. sehingga adaftif dalam perkembangan zaman," tambah Buki.

Direktor pagelaran Jabang Tutuka, Muhamad M Munggaran mencoba merubah konsep panggung drama tari khususnya pertunjukan wayang wong, disajikan dalam konsep film.

"Kita sajikan dengan konsep sinematografi film. Banyak tantangannya karena perspektif panggung sama film berbeda, tentunya ada tantangan dalam memadukan dua konsep ini. Namun kami berhasil menyelesaikan projek pertama ini," ucapnya.

"Para pemeran dari mahasiswa dan alumni ISBI dari berbagai jurusan seni, ada 9 pemeran utama dan pemeran pendukung kurang lebih 30 orang. Insyaallah ada projek wayang wong selanjutnya," pungkas direktor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar