Pengelola Wisata Diwajibkan Bentuk Satgassus Penanganan Sampah

Ilustrasi

KBRN, Subang: Pemkab Subang wajibkan pengelola, atau pemilik Objek Wisata membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penanganan Sampah. 

Hal itu menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang Hidayat, agar sampah tidak mengganggu kenyamanan pengunjung, sekaligus tidak mengakibatkan bencana. Terutama sampah di saat libur akhir pekan, dan libur panjang.

"Satgassus Penanganan Sampah di tempat wisata itu, yang nantinya bertanggungjawab mengelola sampahnya," ujar Hidayat kepada RRI di Subang, Senin (17/1/2022).

Sementara Kadis LH mengungkapkan, estimasi sampah di setiap objek wisata satu hingga sepekan antar 1 kuntal sampai dengan 1 ton. Tergantung dari mingkat tidaknya pengunjung, atau besar kecilnya objek wisata yang bersangkutan.

 "Banyak sedikitnya sampah, tergantung besar kecilnya tempat wisata tersebut.  Semakin besar tempat wisata, dan semakin banyak pengunjungnya tentunya akan semakin banyak menghasilkan sampah," imbuhnya.

Maka dari itu lanjut Hidayat, penting setiap pengelola tempat wisata membentuk Satgassus Penanganan Sampah. Sebab, adanya satgassus akan memudahkan dalam penanganan sampah di wilayahnya.

"Satgasus nanti yang memilah sampah organik dan anorganik, yang sampah ke dikirim ke bank sampah, dan budidaya maggot, serta koordinasi pengangkutan sampah ke TPA," tegas Hidayat.

Dia menambahkan, sampah yang diangkut ke TPA hanya residu, atau sampah yang tidak bisa diolah lagi. Pengangkutan sampah ke TPA dengan pola kerja sama, yang diatur dengan peraturan daerah (perda), yang nanti akan ada retribusi.

"Jadi, selain mengedukasi masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai rezeki, juga dapat memberikan pendapatan asli daerah (PAD), dari retribusi pengangkutan sampah," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar