Museum Diknas Selenggarakan Pelatihan Guna Ubah Wajah Museum

Kegiatan pelatihan IT digital dari serangkaian pelatihan program revitalisasi melalui business center berbasis kampus. (Foto: Nisrina/ RRI Bandung)

KBRN, Bandung : Museum Pendidikan Nasional (Diknas) Universitas Pendidikan Indonesia berkolaborasi dengan Dirjen Belmawa Kemendikbud Ristek dan PT Semarak Retail Indonesia sebagai Dunia Usaha dannIndustri (DUDI) selenggarakan revitalisasi melalui pengembangan business center berbasis kampus. Kegiatan ini berupa 18 jenis pelatihan yang diselenggarakan mulai 11 - 28 Oktober 2021 secara daring dan luring di Hotel Hemangini Kota Bandung dengan sasaran 1000 peserta meliputi 600 mahasiswa, 80 dosen (instruktur), 100 alumni, 120 masyarakat umum, dan 100 praktisi. 

Adapun 18 jenis pelatihannya mencakup pelatihan multimedia, pembukuan, design & packaging, audio visual, TOT kelas batik, kuliner, marketing, kewirausahaan, IT digital, edukator, kurator, registrar, prevarator, konservator, public speaking, kepariwisataan, pemandu wisata, serta bahasa asing bersama pemateri/praktisi profesional di bidangnya.

Kepala Museum Pendidikan Nasional, Dr. Leli Yulifar mengatakan kegiatan ini merupakan upaya optimalisasi visi misi museum sebagai tempat eduwisata.

“Ini adalah upaya mengubah wajah museum dari konvensional menjadi lebih modern. Orang kan kalau dengar museum ingatnya sesuatu yang kuno dan datang karena tugas sekolah nah dengan wajah baru museum mereka bisa datang untung mencari kesenangan sekaligus edukasi,” terangnya kepada RRI Bandung, Rabu (20/10/2021). 

Ia mengaku di tahun pertamanya sebagai Kepala Museum Diknas ini, memperjuangkan terselenggaranya kegiatan revitalisasi berupa pelatihan merupakan hasil kompetisi mengalahkan 400 universitas lain sehingga berhasil didanai dikti sebesar 2,6 milyar.

“Saya harap lewat kegiatan ini bisa mengoptimalisasi visi misi museum yang bukan hanya berbicara the past tapi the present and the future. Fungsi dari museum ke depan juga selain jadi ruang pendidikan yang berkelanjutan tapi bisa jadi tempat magang industri dan pusat riset dan pointnya di Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM),” tambahnya.

Diketahui Museum Diknas lewat revitalisasinya akan semakin melengkapi fasilitas museum seperti membangun planetarium, ruang virtual reality hingga playground.

Sementara itu, Kurator dan Edukator Museum Kehutanan Jakarta sekaligus pemateri dalam pelatihan kurator, Yulianti, menyambut baik adanya kegiatan revitalisasi ini sebagai wadah menjaring anak muda untuk turut berkontribusi dalam pembangunan museum.

“Memang untuk revitalisasi sebuah museum itu harus didasari dengan pelatihan, mempersiapkan pengetahuan yang lebih untuk pengelola sekaligus menjaring orang-orang yang akan terlibat. Jadi kalau ada anak muda atau relawan yang ingin terlibat di museum saya rasa mereka perlu mendapat pelatihan, ada apa saja sih di museum, ada koleksi apa saja, dan ada profesi apa saja karena kalau di luar negeri bekerja di museum itu sebuah prestise nah di Indonesia kita harus membangun seperti itu,” jelasnya. 

Diharapkan program pelatihan ini kedepannya akan terus dilaksanakan agar mampu  memfasilitasi ruang kreativitas publik untuk pemberdayaan masyarakat dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif berbasis kampus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00