Terkait PMK, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Wilayah Perbatasan

KBRN, Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) akan memberlakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan dan empat pintu masuk kabupaten/kota. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. 

Terlebih, pemerintah kota telah memastikan adanya lima hewan jenis sapi positif terinfeksi PMK. Kepastian tersebut didapat setelah Balai Veteriner Subang, memberikan hasil laboratorium. Dari 14 sampel, lima ekor sapi positif terpapar PMK. 

"Selayaknya saat Covid-19, kita akan menjaga diperbatasan. Kita akan cek setiap hewan yang akan masuk, seperti apakah sudah di vaksin. Lalu setiap hewan harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH)," ujar kepala DinasDinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar kepada wartawan, Rabu(25/05/2022).

Di utarakan Gin Gin, tim di lapangan akan melakukan pengecekan secara menyeluruh sebelum hewan ternak diperkenankan masuk ke Kota Bandung. Poin pentingnya bahwa setiap hewan ternak harus memiliki SKKH. 

"Kita juga menghindari hewan dari zona merah. Kalau pun ada, harus disertakan SKKH karena ini menjadi indikator hewan itu sehat atau tidak. Kalau tidak ada SKKH, kita akan tolak dan dipulangkan. Aturan ini kita sudah berlakukan di rumah pemotongan hewan," ucapnya. 

Dikatakannya, bahwa Dispangtan Kota Bandung tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan pengawasan lalu lintas hewan yang masuk ke Kota Kembang. Pihaknya akan menggandeng sejumlah unsur terkait agar bahu membahu. 

"Ini bukan soal pos penjagaan saja, dan itu hanya salah satu faktor pendukung. Ini harus diimbangi komitmen dari daerah asal. Harus sama-sama menjaga agar hewan yang bergejala tidak dikeluarkan. Karena banyak kasus, ya karena itu tadi dipaksakan," ucapnya.

Gin Gin menambahkan, pihaknya telah memulangkan sebanyak belasan ekor sapi. Belasan hewan tersebut dikembalikan ke daerah asal karena tidak mengantongi SKKH. Sekalipun tampak sehat, hewan tak diperkenankan masuk ke Kota Bandung tanpa SKKH. 

"Kalau di RPH Kota Bandung, kemarin kita ada tiga kendaraan yang dipulangkan. Yang satu dari Lumajang, dan ada dari Sumedang. Satu mobilnya itu bisa mengangkut 12 sampai 16 ekor sapi. Itu karena mereka tidak menunjukkan SKKH" bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar