Drainase Buruk Ditambah Tumpukan Sampah, Jalan Penghubung Kabupaten - Kota Bandung Terendam Air

Tumpukan sampah menyebabkan drainase tersumbat dan airnya menggenangi jalan raya Mohamad Toha di Palasari / Foto : Didi Mainaki

KBRN, Dayeuhkolot : Meski diguyur hujan kurang dari satu jam saja, namun Jalan Raya Mohamad Toha, tepatnya di kawasan Palasari Dayeuhkolot, Senin (24/1/2022) sore kembali terendam banjir.

Pantauan RRI, buruknya sistem drainase ditambah tumpukan sampah yang menggunung sehingga menyumbat saluran air, membuat air tumpah ke jalan raya dengan ketinggian sekitar 30 cm.

Akibatnya, kemacetan pun tidak bisa dihindarkan, karena para pengendara, baik roda dua maupun roda empat melambatkan laju kendaraannya.

Rivaldi Singgih (25) warga Banjaran yang setiap hari melewati jalur tersebut karena bekerja di sebuah pabrik industri di kawasan itu mengakui, selain kemacetan, banjir cileuncang juga menjadi pemandangan rutin di kawasan Palasari saban hujan turun.

" Kalau macet setiap hari pak kayak gini, apalagi ditambah hujan. Dari drainase kan air keluar masuk ke jalan, tambah macet," terang Rivaldi Singgih.

Rivaldi menyoroti tumpukan sampah di pinggir jalan, sehingga menghambat aliran air di drainase.

" Ya masyarakat jangan sampai buang sampah kayak gini lagi. Drainase jadi tersumbat pak," harap Rivaldi.

Dari informasi yang diolah RRI, banjir di Jalan Raya penghubung Kabupaten dengan Kota Bandung, tepatnya di kawasan Palasari itu terjadi sudah sejak lama.

Situasi itu menjadi pekerjaan rumah dari pemerintah dan pihak terkait, apalagi masalahnya saat ini bertambah dengan banyaknya tumpukan sampah di pinggir jalan yang sudah pasti menghambat arus air.

Bahkan, tidak jarang, walau hujan sebentar pun tiba-tiba air dengan beragam warna dan berbau itu kerap luber ke jalan.

Kuat dugaan, warna air yang "hinyay" dan bau itu disebabkan nakalnya pabrik-pabrik industri di kawasan tersebut yang dengan sengaja membuang limbah cairnya secara sembarangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar