Soal ASN Sempat Dapat Bansos, Ini Kata Dinsos Kota Bandung

KBRN, Bandung: Terkait dengan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendapatkan bantuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Dinas Sosial (Dinasos) Kota Bandung menyebut bahwa hal tersebut dikarenakan data yang tersampaikan belum sangat dinamis.

Menurut Kadinsos Kota Bandung Tono Rusdiantono menjelaskan bahwa pada saat itu, para ASN yang sempat mendapat bantuan DTKS, pada saat itu mereka belum menjadi ASN.

"Jadi ASN itu (yang mendapatkan DTKS) kalau saya bilang bukan kesalahan dari Kabupaten atau Kota, jadi kan data waktu itu belum betul-betul dinamis. Mungkin dia (ASN) daftar DTKS waktu belum jadi PNS. Dan besok lusa mungkin jadi PNS. Terus masuk usulan ke Kemensos (Kementerian sosial) dan diputuskan dapat (DTKS)," ujar Tono kepada wartawan di Balaikota Bandung, Kamis (02/12/2021).

Selain itu, Tono juga mengutarakan bahwa sebelumnya ASN yang rencananya akan mendapatkan bantuan DTKS tersebut berjumlah 39 orang. Namun pada saat dilakukan verifikasi kembali oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ada sekitar 19 ASN yang mendapatkan bantuan DTKS.

"Pada saat pendataan itu mereka kan belum jadi PNS masih menjadi warga miskin tidak mampu, dan itu kan PNS Kota Bandung itukan ada 39, di verifikasi oleh BPK jadi 25, dan di verifikasi lagi menjadi 19. Dan ternyata itu KK nya ( Kartu Keluarga) masih bersatu dengan orang tuanya. Berati itu jadi PNS nya juga masih baru, dan itu semuanya (bantuan DTKS) tidak diambil oleh mereka. Dan intinya di Kota Bandung clear," ucapnya.

Maka guna mengantisipasi terjadinya hal tersebut terulang kembali, Tono mengatakan bahwa para ASN yang sempat masuk kedalam daftar bantuan DTKS untuk segera mengubah datanya.

"Dan orang itu (ASN yang mendapatkan DTKS) harus sudah berubah bulan ini (datanya). Karena kan kalau nanti di verifikasi itu pasti keluar," paparnya.

Bahkan proses verifikasi kepada orang yang saat ini masih mendapatkan bantuan, Tono menjelaskan di tingkat Kewilayahan masih terus berjalan.

"Jadi proses verifikasi itu sampai saat ini masih terus berjalan di kewilayahan melalui satgas (Satuan tugas) Verifalie. Jadi nanti ada Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial) yang akan men verfal-verfal data DTKS," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar