Kota Cimahi Masuk Level 2 PPKM Transisi

KBRN, Cimahi : Kota Cimahi akhirnya masuk daerah yang menerapkan level 2 PPKM Transisi,  terhitung 19 Oktober 2021. Sejumlah fasilitas publik dan sektor usaha diperbolehkan untuk beroperasi dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pada instruksi Mendagri nomor 53 tahun 2021 tentang PPKM level 3, 2 dan 1 di Pulau Jawa dan Bali disebutkan Kota Cimahi  masuk ke dalam level 2., sedangkan di wilayah Bandung Raya/ kota dan kabupaten yang masuk level 2 yaitu Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat sementara Kabupaten Bandung masih berada di level 3.

Hal itu diungkapkan Plt Walikota Cimahi Ngatiyana kepada wartawan, usai Monitoring dan Evaluasi Aspirasi RW 18 Kel Padasuka Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Rabu (20/10/2021).

Walaupun Sudan turun ke level dua, masyarakat harus tetap diingatkan agar tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan.

"Terhitung 19 Oktober 2021 Kota Cimahi masuk level 2. Akhirnya kita bisa turun level, tapi tidak boleh masyarakat euforia dan abai prokes. Tetap dijalankan agar tidak muncul klaster baru," ujarnya.

Keberhasilan itu kata Ngatiyana, bisa diraih dengan kerja keras pemerintah daerah bersama TNI/Polri, masyarakat, tokoh agama, semua unsur bagaimana mengatasi covid-19 Kota Cimahi.

"Data terakhir, kasus Covid-19 Kota Cimahi tersisa 16 orang. "Masih ada 2 orang di rumah sakit dan 14 orang jalani isolasi mandiri. Mudah-mudahan semua segera sehat," katanya.

Vaksinasi Covid-19 Kota Cimahi telah mencapai 84,82% warga sasaran. "Puskesmas masih melayani, juga sudah dilakukan door to door terutama menyisir warga yang barangkali belum divaksin. Cakupan ini sudah melampaui target herd immunity minimal 70 perse  dari pemerintah pusat sehingga mudah-mudahan bisa mencapai 100 persen di akhir tahun," ungkapnya.

Ngatiyana mengajak semua warga yang belum mendapat vaksin agar segera divaksin Covid-19. "Seperti lansia yang belum, dan terutama konndisi untuk orangtua agar ijinkan anak-anak divaksin sehingga sehingga tatap muka bisa optimal," jelasnya.

Dia mengakui, perlu upaya lebih keras untuk mengingatkan masyarakat disiplin prokes. Apalagi, kondisi di masyarakat mulai lengah dan abai. 

"Makanya kita himbau prokes wajib dilakukan. Minimal gunakan masker  kemana-mana," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00