14 Siswa Kota Bandung Positif Covid, FAGI; Level 2 Bukan Berarti Abaikan Prokes

KBRN, Bandung: Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Iwan Hermawan meminta, pemerintah kota Bandung segera bertindak melakukan tracing (pelacakan), apalagi jika siswa tersebut tanpa gejala (OTG) sehingga bisa menularkan.

Hal itu dikatakan Iwan, terkait adanya 14 orang siswa dan guru di kota Bandung terkonfirmasi positif Covid-19, pada pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Iwan mendesak juga mendesak pemerintah kota Bandung untuk benar-benar memperhatikan masalah Covid-19 di lingkungan sekolah ini.

"Intinya, kami minta sekolah yang ada siswanya terkonfirmasi positif untuk tutup selama 14 hari agar tidak lebih meluas penyebarannya," katanya di Bandung Rabu (20/10/2021).

Ia menambahkan, meski kota Bandung masuk PPKM Level 2 bukan berarti masyarakat lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.

Sementara dihubungi terpisah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung akan melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan PTM terbatas pasca ditemukan 14 siswa dan guru positif Covid-19. Mereka adalah siswa dan guru yang mengikuti belajar tatap muka di sekolah dan telah mengikuti uji tes PCR. 

"Akan ada evaluasi dari pak Sekda, nanti saya sampaikan (perkembangannya)," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra.

Ia melanjutkan, pihaknya akan menyiapkan bahan pemaparan terkait evaluasi PTM terbatas untuk disampaikan kepada media massa. Pihaknya pun segera akan menyampaikan kondisi terkini pembelajaran tatap muka.

Sementara itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rosye Arosdiani mengatakan, pihaknya belum menerima kembali hasil tes PCR yang dilakukan kepada siswa dan guru sekolah. 

Dikatakannya, data terakhir masih di angka 14 siswa dan guru yang dinyatakan positif Covid-19,"Belum (ada hasil terbaru), masih menunggu hasil," bebernya.

Sebelumnya, sebanyak 14 orang yang terdiri dari siswa dan guru pada jenjang SD, SMP dan SMA yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes PCR secara acak sejak Jumat lalu. Total 1.512 orang siswa dan guru telah dites PCR hingga Senin kemarin.  

Di utarakan Rosye, pihaknya telah melakukan pengambilan spesimen terhadap siswa dan guru sebanyak 1.512 orang. Dari total tersebut terdapat 348 spesimen yang hasilnya sudah keluar sedangkan sisanya belum.  

"Hasilnya dari 348 ada yang positif 14 (orang), ini tersebar di beberapa sekolah. Satu sekolah ada satu orang, dua orang ada tiga orang gak ada yang tertumpuk, guru dan murid," paparnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00