BNPB dan BPBD KBB Gelar Simulasi Bencana di Parongpong

Kegiatan simulasi penanganan bencana Sesar Lembang di Parongpong KBB (Foto:Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat menggelar simulasi bencana akibat gempa Sesar Lembang, Jumat (17/9/2021).

Simulasi diikuti oleh puluhan warga Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong,  bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi jika patahan sepanjang 29 kilometer dari Lembang hingga Padalarang itu bergerak.

"Kita melaksanakan simulasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap ancaman Sesar lembang di Bandung Barat, Kota Bandung, Cimahi dan wilayah sekitarnya," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Pusdiklat BNPB, Theodora Eva di lokasi simulasi.

Menurut Eva, pihaknya merasa perlu memberikan pemahaman tentang kebencanaan khususnya gempa bumi kepada masyarakat. 

"Pasalnya, berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bandung Barat merupakan daerah dengan indeks risiko bencana yang cukup tinggi lantaran terdapat berbagai potensi bencana gempa hingga gunung meletus," ujarnya.

"Pemilihan lokasi simulasi sesuai arahan Bappenas terkait daerah yang mempunyai indeks risiko bencana yang cukup tinggi. Kita lihat dulu indeks risiko bencananya, baru nanti masuk program prioritas nasional," tambahnya 

Theodora mengatakan, BNPB berfokus pada upaya mempersiapkan pemerintah daerah setempat yang berperan sebagai penindak dan pihak yang paling awal menghadapi bencana tersebut.

"Kesiapan BNPB menghadapi potensi Sesar Lembang lebih kepada menyiapkan pemerintah daerah setempat sebagai penindak awal saat bencana terjadi. Jadi kami memberikan sosialisasi, peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat serta akademisi," bebernya.

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Duddy Prabowo mengungkapkan, Sesar Lembang melintasi 22 desa di empat kecamatan Bandung Barat di antaranya Ngamprah, Cisarua, Parongpong, dan Lembang.

"Gempa akibat pergerakan sesar Lembang pernah terjadi tahun 2011 di Kampung Muril Desa Jambudipa, ada beberapa kerusakan bangunan tapi tidak ada korban jiwa. Ini salah satu bukti bahwa Sesar Lembang ini aktif," ungkapnya.

Sementara itu, dalam simulasi tersebut, warga diberikan pengetahuan tentang bagaimana menyelamatkan diri saat terjadi guncangan gempa hingga pelatihan evakuasi dan memberikan pertolongan terhadap korban. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00