Jangan Recoki, Hormati Independensi Bupati Bandung Tentukan Sekda Pilihannya

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf / Istimewa

KBRN, Kab Bandung : Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Parahyangan Bandung, Prof.DR.Asep Warlan Yusuf,SH.MH, sangat yakin Bupati Bandung Dadang Supriatna, bebas dari tekanan dan tidak akan salah memilih Sekda yang saat ini tinggal menyisakan tiga nama.

Asep Warlan juga meminta semua pihak termasuk tim sukses saat Pilkada lalu, menghormati independensi Bupati, sebagai orang terakhir yang akan memilih pejabat Sekda tersebut.

" Saya sangat yakin tidak akan salah pilih. Saya juga yakin akan objektif. Meski Kang Dadang usianya baru seumur jagung menjadi Bupati, tapi beliau kan orang lama juga, pengalamannya luas. Jadi saya yakin Kang Dadang memilih Sekda nanti, murni karena integritas dan profesionalisme calon yang dipilihnya," tegas Asep Warlan kepada RRI, Kamis (24/6/2021).

Meski Sekda merupakan jabatan karir, namun tidak dipungkiri kalau jabatan itu juga berbau politis. Khusus di Kabupaten Bandung, nuansa itu sangat terasa, karena pemilihan Sekda, waktunya tidak lama setelah Pilkada.

" Bupati harus bisa meyakinkan publik kalau dirinya akan memilih sosok Sekda  yang terbaik. Bupati juga harus bisa menunjukkan kalau dirinya bebas tekanan dari siapapun, termasuk tim suksesnya," imbuh Asep Warlan.

Tim sukses menurut Asep Warlan, seharusnya paham, kalau tugasnya sudah selesai ketika  mengantar jagoannya terpilih menjadi Kepala Daerah. Meski begitu, agar tidak salah pilih, Bupati juga wajib membuka komunikasi dan diskusi dengan semua pihak, baik dengan jajaran Dinas, tokoh masyarakat termasuk tim sukses dan juga DPRD Kabupaten Bandung.

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung, Prof.DR.Asep Warlan Yusuf,SH.MH, tidak mau mengomentari istilah adanya peluru tajam dan peluru hampa pada proses pemilihan Sekda Kabupaten Bandung ini.

" Istilah itu kerap muncul dalam sebuah proses pemilihan apapun. Anggap saja itu mah bagian dari dinamika di masyarakat, tapi jangan dijadikan sebagai dasar pertimbangan Bupati. Pertimbangan Bupati mah hasil Pansel dan komunikasi dengan Dewan, serta penilaian tentang kemampuan sosok Sekda yang nantinya akan berkolaborasi dengan Bupati dalam mengkoordinasikan setiap kebijakan," papar Asep Warlan.

Seperti diketahui, proses seleksi Sekda di Kabupaten Bandung sudah memasuki tahap akhir. Tiga nama yaitu, Akhmad Djohara, Asep Wahyu dan Chakra Amiyana, saat ini sedang digodog dan ditimbang, sebelum tidak lama lagi Bupati Bandung Dadang Supriatna menjatuhkan pilihannya.

" Ketiganya punya peluang yang sama untuk dipilih saya kira, kita tunggu saja. Tapi sekali lagi, demi tujuan akhirnya mensejahterakan rakyat, saya yakin Kang Dadang tidak akan salah pilih," pungkas Prof.DR.Asep Warlan Yusuf,SH.MH.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00