Kolam Retensi di Kota Bandung Masuki Tahap Lelang

"Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat meninjau kolam retensi di Jalan Bima,," (Atep Burhanudin/ RRI)

KBRN, Bandung : Pembangunan kolam retensi di Jalan Bima, Kota Bandung secara swakelola sudah memasuki tahap lelang dan ditargetkan pada Juli mendatang sudah terdapat pemenang lelang. Penggunaan kolam retensi akan berjalan maksimal pada September mendatang.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan kolam retensi di Jalan Bima sudah berfungsi untuk menahan air agar tidak terjadi banjir di wilayah Citepus, Pagarsih dan Pasirkoja. Saat ini, pembangunan sudah memasuki tahap pelelangan.

"Awal, pernah sekali kesini waktu berupaya mengaktivisi kolam retensi Bima. Sekarang nunggu proses lelang," ujar Yana kepada wartawan nya saat meninjau kolam retensi Bima, Senin (19/4/2021). 

Dikatakan Yana, pada saat pertama aktivasi kolam retensi Bima, ia menuturkan pihaknya melakukan pengerukan dan melakukan penertiban agar segera berfungsi. 

Yana mengutarakan apabila pembangunan berjalan lancar maka pada September mendatang akan selesai. Pada kawasan kolam retensi, akan juga dibuat tempat berolahraga oleh pengembang dan menjadi tempat wisata.

"Ini proses lelang, kan administrasi. Ini DED harus dibikin dulu, kalau lancar pemenang sudah ada Juli. Kolam retensi Bima dapat menampung kurang lebih 4.200 kibik air," katanya.

Dikatakan Yana, pembangunan kolam retensi di tahun 2021 akan fokus terlebih dahulu di kolam retensi Bima. Pembangunan akan difokuskan ke titik-titik yang rawan banjir.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandung, Didi Riswandi mengatakan ketinggian kolam retensi Bima mencapai kurang lebih 3 meter. Ia berharap pembangunan dapat selesai pada September mendatang," Mudah-mudahan September selesai," ucapnya. 

Dikatakan Didi, pihaknya terus berupaya untuk meminimalisasi banjir dengan berbagai program kegiatan di Kota Bandung," jika terdapat lahan maka akan dibuat kolam retensi jika sudah terdapat persetujuan dari masyarakat," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00