Ketergantungan Gadget dan Internet Mulai Hantui Orang Tua Siswa

KBRN, Bandar Lampung : Pandemi Covid 19 yang telah berlangsung 1 tahun di Indonesia, hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda akan mereda.

Pandemi Covid 19 ini juga mempengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk terhadap aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar Siswa di sekolah.

Bahkan di Kota Bandar Lampung, meski saat ini telah mengalami penurunan predikat zona Covid 19, dari zona merah ke zona orange Covid 19, Pemerintah setempat tetap mengambil kebijakan untuk memperpanjang  Kegiatan Belajar Mengajar Siswa dari rumah dengan menggunakan sistem Daring hingga bulan April mendatang.

Hal ini juga tentu membuat siswa memiliki ketergantungan terhadap Gadget yang menjadi sarana penunjang dalam pembelajaran melalui metode Daring.

Disisi lain, dengan sistem belajar melalui Daring ini, banyak orang tua siswa yang khawatir anaknya menjadi pecandu Gadget, yang memiliki dampak negatif khususnya bagi kesehatan.

Kekhawatian akan dampak negatif dari gadget dan internet ini diungkapkan Heni, orang tua salah seorang siswa di Bandar Lampung.

“Udah jelas khawatir mas, saya mengetahui kondisi anak saya, selama pandemi ini rasa ketergantungan terhadap HP nya sangat tinggi. Saya khawatir dengan kesehatannya. Tapi mau gimana, HP saat ini menjadi kebutuhan siswa,”paparnya (05/03/2021).

Terkait hal itu Heni berharap agar Pandemi Covid 19 saat ini cepat berlalu dan mereda, agar anak dapat kembali melakukan aktivitas belajar disekolah secara tatap muka.

“Saya berharap pandemin ini lekas berlalu, dan anak sekolah dapat beraktivitas normal lagi,”ujarnya.

Kekhawatiran masyarakat khususnya orang tua siswa akan candu gadget dan internet terhadap anak selama masa Pandemi Covid yang telah berlangsung 1 tahun di Indonesia ini, mendapat tanggapan Psikiater Anak dan Remaja Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung dr. Tendri Septa.

Tendri Septa mengakui, selama terjadinya Pandemi Covid 19, terjadi trend peningkatan masyarakat yang melakukan konsultasi kejiwaan anaknya ke RSJ Provinsi  Lampung .

Menurutnya mayoritas masyarakat yang melakukan konsultasi kejiwaan tersebut karena anaknya yang memiliki kencederungan kecanduan gadget.

“Pandemi Covid 19 sangat berpegaruh terhadap kejiwaan. Dari ata RSJ Lampung, banyak masyarakat yang mengeluhkan prilaku anak yang dinilai berubah karena kecanduan Gadget dan internet,”ungkap Tendry.

Terkait dengan trend peningkatan masyarakat khususya generasi anak dan remaja yang tedampak adiksi internet dan kencanduan dalam menggunakan gadget tersebut, dr. Tendri Septa meminta agar masyarakat dapat mengenali ciri dari seseorang yang telah terdampak adikisi internet dan candu gadget.

“Saya berharap masyarakat dapat mengenali berbagai ciri anak yang mulai mengalami kecanduan gadget dan diksi internet ini,”jelasnya.

Dengan mengenali berbagai ciri sesorang yang psikologisnya telah terpapar candu gadget tersebut, dr. Tendri Septa meminta masyarakat agar melakukan upaya antisipasi dini dalam menjaga keluarganya dari candu gadget tersebut.

Upaya yang dilakukan lanjut Ketua Komite Medik Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Lampung tersebut, diantaranya dengan sering melakukan komunikasi dan interaksi antar anggota keluarga, serta membatasi waktu penggunaan gadget selama berada dirumah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00