Milenial Butuh Fasilitas Mumpuni Hadapi Digitalisasi

KBRN, Bandarlampung: Memasuki era digital,  semua kalangan dituntut untuk beradaptasi dengan cepat agar tidak tertinggal. Namun,  hingga saat ini milenial masih belum mampu untuk menerapkan digitalisasi. 

CEO Edukasi 4.0, Rejive Dewangga menjelaskan milenial di Lampung kebanyakan masih belum berpikir untuk mengikuti tren industri di masa depan dengan memanfaatkan IT. 

"Bermainnya hanya di lokal,  artinya media yang dipakai untuk pemasaran dan peningkatan usaha hanya sebatas tools dasar seperti Whatsapp, organisasi,  bertemu fisik, jadi belum bisa mengarah ke digitalisasi," kata dia, Jumat (09/04/21). 

Meski demikian, masih ada celah bagi generasi muda untuk merebut pasar lebih luas, salah satunya, menempatkan diri di berbagai organisasi untuk memperluas jaringan.  

“Misalnya seseorang masuk ke organisasi, asosiasi bisnis itu pun harus punya posisional agar kita bisa segera meraih target yang kita tuju,” paparnya. 

Sekretaris Forum Startup Lampung itu juga berharap kepada pemerintah bisa membangun fasilitas pendukung yang mumpuni untuk mendukung kreatifitas pemuda semakin berkembang. 

“Maka kita harus bangun fasilitas dulu di mana anak muda nyaman,  tapi harus tunduk sama aturan. Contoh gunakan Wi-Fi yang disediakan pemerintah untuk belajar, bukan untuk main gim atau hal lain yang hanya bersifat hiburan,” ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00