Pedagang Takjil Ditengah Pandemi Covid – 19 : Saya Cari Duit Dari Dagang Kue

KBRN Bandar Lampung, Desi (45) tengah membereskan dagangannya berupa kue-kue manis maupun gorengan untuk menu berbuka puasa yang biasa disantap oleh masyarakat kebanyakan, Rabu (06/05) Sore. Desi tetap berdagang takjil atau makanan pembuka puasa meski di tengah Pandemi Covid – 19 saat ini.

Pantauan RRI, Desi hanya satu dari sedikit pedagang yang berjualan kue di sepanjang jalan Kelurahan Negeri Olok Gading, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Biasanya, sepanjang jalan ini sangat ramai penjual takjil dan dijejali pembeli di sore hari jelang buka puasa.

Mulai dari pedagang gorengan, cendol, es buah, hingga lauk pauk membuka tenda mereka di pinggir jalan. Bahkan banyak pedagang kaki lima yang menggelar lapak tidak hanya di pinggir jalan namun hingga ke depan perumahan.

"Biasanya di dalam ramai, sampai keluar yang buka lapak. Tapi sekarang nggak seramai tahun lalu" kata Desi yang berjualan kue lapis, bolu kukus bahkan gorengan seperti martabak dan risoles.

Desi sempat ragu membuka lapak seperti tahun lalu. Yang dia khawatirkan, ketika sedang berjualan akan dilarang oleh aparat yang berwenang, terlebih setelah penetapan status Zona Merah di Kota Bandar Lampung, sehingga aktivitas masyarakat pun semakin berkurang.

Namun Desi tak pikir panjang. Bersama anaknya, Dia membawa kue dan gorengan jualannya dengan motor dari rumahnya Kelurahan Kuripan Bandar Lampung. Sejak sore, ia mulai menjajakan panganan berbuka puasa.

Bismillah aja lah dagang di sini, ramai atau tidaknya. Habisnya cari duitnya cuma dari sini," ucap Desi sambil tersenyum.

Meskipun telah ditetapkan sebagai Zona Merah, namun nyatanya sore itu sepanjang jalan di Kelurahan Negeri Olok Gading terlihat cukup ramai lalu lalang masyarakat. Tampak terlihat remaja-remaja yang bersenda gurau sambil ngabuburit bersama rekan sebaya mereka. Seolah tak ada persoalan Pandemi Covid – 19.

Dua orang pembeli remaja, Endah (23) dan Nurul (25) mampir ke lapak jualan Desi. Mereka menyebut terpaksa membeli makanan pembuka puasa, karena tak sempat memasak. Mereka membeli kue lapis dan risoles Desi yang memang terkenal enak, untuk membatalkan puasa saat azan Maghrib berkumandang.

"Terpaksa sebenarnya. Tadi nggak sempat masak mau bikin takjil juga nggak, jadi beli aja di luar," ungkap Endah.

Endah dan Nurul yang terlihat menggunakan masker, mengaku sebenarnya takut untuk berpergian keluar rumah di tengah Pandemi Covid – 19 ini, karena itu biasanya mereka memilih untuk membuat takjil dan memasak makanan buka puasa sendiri di rumah mereka. Alasannya, jika membuat makanan sendiri lebih sehat serta higienis apalagi dalam situasi saat ini.

“Iya biasanya bikin senidiri. Soalnya lebih yakin bersih sama sehat aja, apalagi sekarang lagi musim Covid – 19, tegas Nurul yang bersemangat memilih kue yang dijajakan Desi.

“Tapi sekali-sekali nggak apa-apalah”, timpal Endah .

Meski tahun ini tetap berjualan, Desi mengaku tak menyiapkan banyak stok dagangan. Desi khawatir tak laku karena banyak orang yang takut dengan penularan virus corona.

"Karena ada corona kali ini ya, takut mau jualan banyak-banyak, takut nggak laku, terus jadi lebih sepi dari tahun-tahun kemarin sih," ungkap Desi.

“Ya harapannya, wabah virus corona cepat berlalu lah, supaya semuanya bisa segera normal kayak biasanya, soalnya sedih sih kalo liat kayak gini”, ucap Desi menutup obrolan kami.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00