Al-Anwar, Masjid Tertua dan Bersejarah di Lampung

Masjid Jami Al-Anwar Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung : Masjid Jami Al Anwar merupakan masjid tertua di Provinsi Lampung. Lokasinya terletak di Jalan Laksmana Malahayati, Kampung Masjid, Teluk Betung, Kota Bandar Lampung. 

Pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari pusat Kota Bandar Lampung. Masjid ini didirikan pada tahun 1839. Bahkan masjid ini sudah berdiri sebelum Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883. 

Wahab pengurus masjid menuturkan, Masjid Jami Al-Anwar selalu ramai, tidak hanya para jamaah yang hendak menunaikan shalat, namun masyarakat dari luar Kota Bandar Lampung yang ingin melihat langsung masjid yang menjadi salah satu saksi sejarah Islam di Provinsi Lampung. 

“Saat didirikan pada 1839, masjid ini berukuran 30 x 35 meter dengan nama Masjid Jami Persegi. Masjid ini didirikan di atas tanah wakaf seluas sekitar 1.511 meter persegi oleh warga muslim pendatang dari suku Bugis, Sulawesi Selatan dan Palembang, Sumatera Selatan,” tuturnya.

Aktivitas di Masjid ini lanjut Wahab sempat berhenti ketika Gunung Krakatau meletus di tahun 1883 sampai 1888. Namun Masjid kemudian dibangun kembali dan menjadi lebih modern.

Pasca-meletusnya Gunung Krakatau, masjid dibangun dengan ukuran 25 x 25 meter, dan direnovasi modern pada tahun 1962 silam. Wahab menjelaskan, ada beberapa peninggalan bersejarah yang ada di Masjid Jami Al-Anwar, di antaranya sumur tua, Al-quran dan kitab tua, serta buku-buku berbahasa Belanda.

Selain itu terdapat sebuah meriam yang ditinggalkan Portugis. Meriam ini dahulu digunakan untuk menandakan buka puasa dan saur, serta Shalat 5 waktu. Pada masa  perjuangan kemerdekaan melawan penjajah Belanda, Masjid Al-Anwar menjadi tempat berkumpulnya para tokoh pejuang untuk mengatur strategi.

“Di masjid ini berkumpul tokoh-tokoh seperti Alamsyah Ratu Perwiranegara, Kapten Subroto,  KH. Nawawi dan KH. Toha. Posisi Masjid sebagai pusat perjuangan terus  berlangsung hingga Indonesia merdeka dan Belanda angkat kaki dari Bumi Nusantara,” ungkap Wahab.

Wahab melanjutkan, menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi Lampung, Masjid Al-Anwar direnovasi pada bagian atapnya karena mengalami kebocoran. Namun renovasi tidak akan pernah menyentuh bagian kubah yang merupakan bagian dari sejarah panjang masjid.(wan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00