Tradisi Berburu Takjil Berkurang Akibat Pandemi Covid-19

KBRN, Bandar Lampung : Takjilan merupakan tradisi warga Indonesia di bulan Ramadhan tidak terkecuali warga Bandar Lampung.

Pada pukul 16.00 hingga azan Maghrib biasanya warga ramai berburu makanan yang tersebar di berbagai lokasi tempat pedagang takjil biasa mangkal.

Namun hal tersebut kurang terasa pada bulan Ramadhan kali ini, menyebarnya wabah Covid-19 di seluruh dunia termasuk Indonesia membuat suasana berburu takjil jauh berkurang dibanding Ramadhan tahun lalu.

Himbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah kecuali sangat perlu membuat banyak warga memilih tetap bertahan dirumah untuk membuat takjil sendiri.

Salah satu warga Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Fitri ketika ditemui RRI, Rabu (6/5/20) mengatakan memilih untuk membuat takjil sendiri dirumah dibanding harus membeli diluar.Menurut Fitri selain lebih hemat, takjil buatan sendiri juga lebih terjamin kebersihannya karena tidak kontak dengan banyak orang, mengingat penularan Covid-19 melalui droplet sangat rentan untuk berpindah melalui takjil.

“Untuk sekarang kita lebih pilih bikin takjil sendiri, lebih bersih, soalnya takut kalau beli diluar, apalagi infonya Bandar Lampung udah masuk zona merah,” ungkap Fitri.

Disisi lain pedagang takjil juga mengakui mengalami penurunan omzet dibanding tahun lalu karena dampak Covid-19.

Muhammad Asnari salah satu pedagang takjil mengatakan penjualan ramai hanya pada hari pertama, sedangkan hari berikutnya menurun hingga setengahnya.

“Hari pertama aja rame, hari berikutnya kurang, gak habis dagangan, paling separuh”, kata Asnari.

Asnari menambahkan menurutnya efek Covid-19 juga berpengaruh terhadap penjualan.

Ia sendiri telah mangkal di Jalan Pulau Tegal, Way Dadi, Sukarame sejak Ramadhan tahun lalu.

Jalanan yang biasa menjadi tempat mangkal pedagang takjil tersebut kini terpantau lengang dan jauh berkurang keramaiannya dibanding tahun lalu.

Meskipun demikian tetap ada beberapa pembeli yang datang untuk membeli, baik takjil untuk berbuka maupun sayur matang untuk santap malam.

Kota Bandar Lampung sendiri sampai dengan saat ini belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga masih cukup banyak terjadi aktivitas sosial di luar rumah meskipun sudah berkurang dibanding hari-hari biasa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00