Tradisi Ziarah Kubur Sepi Ditengah Pandemi

Ziarah kubur sepi ditengah pandemi

KBRN, Bandarlampung: Ziarah kubur merupakan salah satu amalan sunnah dan bernilai ibadah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW kepada umat islam untuk mengingatkan akan kematian, meski tidak dikhususkan kapan pelaksanaannya.

Namun di Indonesia biasanya kaum muslim ramai melakukan ziarah kubur saat akan memasuki bulan suci ramadhan maupun menjelang hari raya idul fitri.

Budaya ini sudah berjalan puluhan tahun dan telah menjadi kebiasaan atau budaya masyarakat terutama di Provinsi Lampung.

Momen ini dampaknya bukan hanya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, namun juga dapat menggerakkan roda perekonomian, terutama bagi para pedagang bunga yang menjajakan dagangannya di sekitar arel pemakaman.

Tetapi situasi pada ramadhan tahun ini sedikit berubah, suasana pemakaman yang biasanya penuh sesak oleh para peziarah, sejak H-3 sebelum bulan puasa terlihat lenggang karena adanya pandemi virus corona yang tengah melanda dunia tidak terkecuali di Indonesia.

Salah seorang pengurus TPU Keramat baru di Kecamatan Telukbetung Timur, Bejo, saat ditemui RRI, Kamis(24/04/20) mengakui tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Bejo, jumlah peziarah tidak seramai biasanya hanya satu dua yang datang untuk berziarah sejak seminggu terakhir hingga H-1 memasuki bulan ramadhan.

Diakuinya, hal ini juga berpengaruh terutama untuk membayar upah pekerja yang membersihkan areal makam yang memang dikelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar.

Dijelaskannya, peziarah yang datang ke TPU Keramat Baru bukan hanya dari daerah sekitar Telukbetung saja namun banyak juga yang dari luar kota.

“Biasanya ramai jelang ramadhan, tapi tahun ini beda, paling satu dua yang datang berziarah mungkin pengaruh (virus) corona saat ini,” kata Bejo.

Salah seorang pedagang bunga di sekitaran TPU Keramat baru, Masyanto mengatakan, pemasukan yang diterimanya sangat berkurang dari berdagang bunga.

Biasanya saat musim ziarah seperti ini, dirinya bisa meraup keuntungan hingga 2 juta rupiah dari berjualan kembang, namun saat ini sangat jauh berkurang.

“Sepi tahun ini saat corona ini, kurang pemasukan, turunnya merosot bener,” ungkap Masyanto.

Sementara salah seorang peziarah dari daerah sinar laut kota Bandarlampung, Yusuf mengatakan, dirinya datang berziarah di TPU keramat Baru untuk mengujungi makam kakeknya.

Kegiatan ini dilakukannya setiap tahun atau sudah menjadi kebiasaan menjelang bulan ramadhan maupun saat hari raya Idul Fitri.

Terkait pandemi corona saat ini, Yusuf mengaku selalu menggunakan masker walaupun sedang berziarah untuk mengurangi potensi tertular dan selalu berharap kepada Allah agar tidak terkena penyakit tersebut.

“Kurang afdol kalo mau bulan puasa tidak ziarah walaupun kadang-kadang sudah ziarah pada saat hari-hari lain,” ujar Yusuf.

Sementara di TPU TPU Blok 7 Sawah Brebes, Tanjung Karang Timur, warga sekitar pemakaman menutup TPU Blok 7 bagi peziarah, guna mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan sekitarnya.

Ketua RT 9 Sawah Brebes, Sumarno mengungkapkan, penutupan lokasi TPU seluas 5.400 meter persegi di lingkungan ini dilakukan setelah warga beserta aparat pamong kelurahan melakukan musyawarah guna menindak lanjuti peraturan pemerintah untuk mencegah adanya kerumunan warga.

Menurut Sumarno, para pengunjung lokasi pemakaman umum ini biasanya ramai dipadati warga dari luar daerah Provinsi Lampung yang sengaja datang untuk berziarah kubur menjelang pelaksanaan bulan suci ramadan.

"Ini kan berbahaya, kita tidak tahu mereka yang dari daerah zona merah atau bukan," kata Sumarno.

Meski dilakukan penutupan sementara lokasi TPU di kelurahan sawah brebes ini, namun aparat pamong beserta pengurus lokasi pemakaman sudah melakukan pembersihan di setiap sudut areal pemakaman sepekan jelang pelaksanaan ibadah bulan puasa.

Lokasi TPU ini akan kembali dibuka bagi pengunjung untuk berziarah kubursetelah nanti adanya keputusan pemerintah terkait keamanan bagi warga dari masa pandemi virus corona.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00