Berkah Pedagang Takjil di Pasar Way Halim, Meski Masih Pandemi

Pedagang takjil di Pasar Way Halim, Bandarlampung

KBRN, Bandarlampung : Berburu takjil atau makanan ringan sebagai kudapan berbuka puasa menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat, tak terkecuali di Kota Bandarlampung.

Setiap daerah memiliki lokasi favorit yang menjadi incaran pemburu takjil, di Bandarlampung. Salah satunya di kawasan Pasar Way Halim, Bandarlampung.

Sejak hari pertama puasa, lokasi ini sudah didatangi masyarakat yang ingin mencari kudapan untuk berbuka.

Sejumlah menu khas juga dijajakan seperti, aneka kue tradisional, kolak, lauk pauk, dan berbagai minuman segar.

Rema, salah seorang pedagang menuturkan, penghasilan dari penjualan takjil di lapak miliknya lumayan ramai. “Ya karena di sini rame, penghasilan jadi lumayan. Memang kebutuhan dan tuntutan. Alhamdulillah rame,” tuturnya

Meski mengais rezeki di tengah pandemi Covid-19, namun ia mengaku, tetap mematuhi protokol kesehatan dan saling menjaga. “Insya Allah. Saling jaga aja,” pungkas Rema.

Resi, pedagang lainnya mengaku pendapatannya dari berjualan takjil juga lumayan. Lapak dagangan milik wanita yang sudah hampir 13 tahun berjualan setiap bulan Ramadan ini kerap dipadati warga yang sengaja datang mencari penganan untuk berbuka puasa.

“Kita setiap hari buka di sini. Sudah dari 13 tahun sampai puasa tahun ini buka terus. Alhamdulillah sudah ada pelanggan,” kata Resi.

Sementara itu, meski ramai didatangi warga, namun Satgas Covid-19 nampak mengawasi aktivitas penjual dan pembeli di Pasar Way Halim, yang pernah menyabet juara 1 lomba kategori Pasar Sehat dan Layak Pangan (PSLP) tingkat Nasional tahun 2020 ini.

Peltu Andi Wahyu, Satgas Covid-19 Kelurahan Perumnas Way Halim mengatakan, pihaknya tak henti memberi edukasi kepada warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau antisipasinya, ya kita mengedukasi kepada mereka agar selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan kita atur jaraknya,” papar Andi Wahyu.

Dia menjelaskan, jika ditemukan pelanggaran protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, satgas langsung memberikan masker baik kepada pedagang maupun pembeli.

Peltu Andi Wahyu yang juga Babinsa Kelurahan Perumnas Way Halim ini mengakui, kesulitan mengatur jarak antara pedagang dengan pembeli.

“Namanya pasar tidak mungkin kita mengatur jarak. Tapi semampunya kami berupaya agar tidak terjadi kerumunan,” tegasnya.

Para pedagang takjil di Pasar Way Halim ini tak mematok harga tinggi. Harga yang ditawarkan paling murah dua ribu rupiah tergantung dari jenis makanan yang dipilih.

Diketahui, tahun 2021 menjadi tahun kedua bagi masyarakat menjalani ibadah puasa di suasana pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Pedagang maupun pembeli tetap harus menerapkan protokol kesehatan utamanya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan tidak berkerumun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00