Bawaslu Didesak Usut Dugaan Politik Uang di Pasar Way Halim

Forum Mahasiswa Rakyat Bersatu Pengawal Pilkada Jurdil, berunjuk rasa di Bawaslu Bandarlampung, Selasa (27/10/2020)

KBRN, Bandarlampung : Puluhan massa yang menamakan dirinya Forum Mahasiswa Rakyat Bersatu Pengawal Pilkada Jurdil (FMRB-PPJ) mendatangi Kantor Bawaslu Bandarlampung, di Jalan Way Besai, Telukbetung Utara, Selasa (27/10/2020).

Dalam aksinya massa mendesak Bawaslu mengusut secara tuntas dugaan politik uang yang terjadi di Pasar Way Halim beberapa waktu lalu, karena diduga dilakukan oleh salah satu pasangan calon.

Koordinator aksi Arpan ABP mengatakan, dugaan politik uang yang terjadi di Pasar Way Halim, sudah beredar secara luas di media sosial.

“Kami datang ke Bawaslu, karena dugaan politik uang yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon, terkesan dibiarkan Bawaslu. Mereka (Bawaslu) kan berwenang menangani dugaan pelanggaran. Apalagi dugaan politik uang tersebut merupakan temuan dari Bawaslu dan jajarannya di lapangan,” tegas Arpan ABP.

Usai menemui massa, Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung Candrawansah mengakui, dugaan politik uang di Pasar Way Halim sudah diketahui oleh Panwas Kecamatan.

“Ya, ini pernah diketahui oleh jajaran kita, Panwas Kecamatan. Tetapi dalam kita mencari pihak terlapornya agak susah. Setelah kita investigasi siapa pemberinya, tidak ada masyarakat yang menginformasikan yang jelas,” papar Candrawansah.

Akibatnya lanjut Candrawansah, dugaan politik uang yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon tersebut tidak bisa dilanjutkan.

“Tetapi kalau ada yang melaporkan atau memberikan bukti baru terhadap dugaan tersebut, maka akan kita lakukan penanganan pelanggaran,” tegasnya.

Sementara tim hukum pasangan Rycko Menoza-Johan Sulaiman secara resmi sudah melaporkan akun Facebook milik Aldo Anggaro ke Polda Lampung, pada Senin 19 Oktober 2020.

Laporan dilayangkan karena akun tersebut mengunggah video berisi potongan gambar kampanye Johan Sulaiman di Kecamatan Wayhalim pada 11 Oktrober 2020, yang diduga sudah direkayasa dan mengesankan terjadi politik uang.

Heri Hidayat, tim kuasa hukum Rycko-Johan menyatakan, Calon Wakil Walikota nomor urut 1 memang melakukan kampanye, namun tidak melakukan politik uang.

Meski demikian Heri mengaku, usai kampanye di Pasar Way Halim, Johan Sulaiman membeli kue, telur asin, dan pisang atas permintaan pedagang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00