Terganjal Persoalan Hukum, KPU Lampung Selatan Tidak Tetapkan Hipni-Melin Sebagai Pasangan Calon

Pasangan Hipni-Melin saat mendaftar ke KPU Kabupaten Lampung Selatan beberapa waktu lalu/dok ist

KBRN, Lampung Selatan : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan mengeluarkan keputusan mengejutkan dengan tidak menetapkan pasangan Hipni-Melin Haryani Wijaya sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati, dalam rapat pleno penetapan calon, Rabu (23/9/2020).

Bakal pasangan calon tersebut dinilai KPU Lampung Selatan tidak memenuhi syarat sebagai calon, lantaran Melin Haryani Wijaya, terganjal persoalan hukum yang pernah menjeratnya beberapa waktu lalu.

“Ya wakilnya itu. Kan Ibu Melin itu kan sebagai mantan terpidana. Dia kan divonis pengadilan pidana percobaan 18 bulan, itu kan dari 25 Februari sampai 25 Agustus 2016. Kalau 2016 ke sekarang kan belum 5 tahun,” tegas Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Lampung Selatan, Mislamudin, kepada rri.co.id, Rabu (23/9/2020) sore.

Dia menjelaskan, pihaknya memastikan pasangan Hipni-Melin Haryani Wijaya gagal maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada di Kabupaten Lampung Selatan.

“Kalau dia hasil sengketa atau sengketanya diterima Bawaslu ya silakan. Tapi di kita (KPU) gagal. Ya tergantung sidang di Bawaslu,” tandasnya.

Sementara itu, KPU juga menunda penetapan Bakal Pasangan Calon Tony Eka Candra-Antoni Imam. “Ya itu tanggal 1 Oktober 2020 penetapan dan tanggal 2 Oktober 2020 pengumuman dan pengundian nomor urut,” pungkas Mislamudin.

Melin pernah dipidana pokok selama delapan bulan dan pidana percobaan 18 bulan. Saat itu, Melin terjerat Pasal 263 ayat 2 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP, karena turut serta menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan secara berlanjut.

Diketahui bakal pasangan calon berjargon Koaliasi Lampung Selatan Bangkit ini diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Selain itu, Hipni-Melin juga didukung Partai Garuda, Partai Gelora dan PArtai Bulan Bintang (PBB).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00