Minim Sarana dan Prasarana, Senam Aerobik Latihan Pakai Alat Seadanya

Atlet Senam Sport Aerobik Lampung saat mengikuti sesi latihan/ist

KBRN, Bandarlampung : Pelatih senam sport aerobik yang menangani dua pesenam Umi Sriharyani dan Dendha Fermansyah, mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana latihan.

"Memang untuk keperluan atlet senam sport aerobik belum ada. Sementara masih menggunakan peralatan milik senam artistik di Idola Fitnes," tutur Hasanuddin, Minggu (25/10/2020).

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih menunggu matras khusus untuk senam sport aerobik, lantaran alat yang digunakan berbeda.

"Ada spek tertentu yang dipergunakan untuk anak-anak aerobik, dan berbeda dengan ritmik. Sementara masih menunggu. Kabarnya alat sedang dipesan," ungkapnya.

Hasan meminta KONI Lampung bisa segera mendatangkan matras, karena akan berpengaruh terhadap penampilan atlet di PON Papua.

"Kami ditargetkan medali emas, tentu sarana ini juga wajib disegerakan. Sebab atlet perlu waktu untuk adaptasi," urai Hasan.

Selain minimnya sarana dan prasarana latihan, Hasan memastikan jika kompetisi di seluruh dunia terhenti. Akibatnya, senam sport aerobik tidak bisa melakukan try-out ke luar negeri.

"Beberapa negara lockdown, dan tidak menerima pendatang dari negara lain. Padahal, kami sudah merencanakan try-out melalui beberapa kejuaran di Asia, tapi semua batal," tambahnya.

Sementara Ketua umum KONI Lampung, Yusuf Barusman menegaskan pihaknya telah merencanakan pembinaan atlet prestasi dengan rinci.

"Senam sebagai cabor prioritas, tidak mungkin tidak diperhatikan. Pasti semua juga diprioritaskan terutama pembelian alat dan kelengkapannya Karena dengan memenuhi kebutuhannya maka kita bisa berharap prestasi yang baik dan maksimal," paparnya.

Yusuf memastikan, saat ini KONI Lampung sedang fokus mempersiapkan pelaksanaan PON di Papua tahun 2021 mendatang.

"Jangan khawatir, kami sangat serius mendukung keperluan cabang olahraga ke PON mendatang. Tugas atlet dan pelatih adalah latihan. Tugas KONI memenuhi kebutuhan mereka," pungkas Rektor UBL itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00