Kartini Cup Sudah Ke 10 Kali Digelar Di Indonesia

Penjelasan ketum. Kepada sejumlah media

KBRN Bandarlampung,

Ketua Yayasan Olahraga Kartini Cup (YOKC) Drs.H Khauzairin Achmad Tandjung mengatakan, gelaran Kartini Cup ini di Lampung merupakan hal yang sering kali adakan, dan kegiatan ini sudah 2 tahun karena pandemi covid-19, seharusnya ini sudah diadakan tiga belas kali diadakan . Tetapi juga patut disyukuri pandemi covid-19 telah mereda, sehingga Piala Kartini ini dapat di selenggarakan. “kita mengadakan Kartini Cup sudah ke-10 kali, kemarin sempat 2 tahun karena wabah wabah Covid-19.”ujar Tandjung.

Dijelaskan juga, Motifasi dalam gelaran Kartini cup ini ditemukan kita sebagai bangsa yang besar harus menghormati kita RA Kartini merupakan pahlawan besar yang memperjuangkan kaum wanita, dari zaman Belanda dengan slogannya “Habislah Gelap Terbitlah Terang”. 

Dengan begitu YOKC membuat suatu tempat di berguna untuk mengenang perjuangan para pahlawan dengan membuat suatu peristiwa olahraga, jadi tidak hanya di peringati setiap tanggal 1 April tetapi event-event yang membawa harum nama bangsa dan juga nama pahlawan kita secara terus menerus. ”dengan adakan pikiran Kartini Cup ini, kita dapat mengenang jasa para pahlawan tidak hanya diperingati secara terus menerus kita dapat mengenangnya.” Kata Ketum YOKC ini

Ditambahkannya, YOKC membuat cabang olahraga sepak bola sebagai gender, karena para perempuan juga menyukai permainan ini. Dan banyak lagi bola-kejuaraan sepak yang dimainkan oleh Pria dan wanita yang ada di Indonesia maupun di negara-negara, serta sudah ada piala dunianya untuk kaum wanita. “Untuk itu YOKC menggalakkan dan mensupport mengatur sepak bola wanita ini, sehingga nantinya Piala Kartini Cup dapat membumi dan setara dengan piala-piala lainnya seperti Piala Sudirman, piala Uber, piala Presiden dan piala-piala lainnya. Pengurus YOKC terus mencoba untuk menggali serta memunculkan kembali, khusus dibidang satu-satunya adalah Kartini Cup yang bergengsi.” Tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar