JRKL Buat Media Belajar Daring Tanpa Kuota Internet

Ketua JRKL, Rifki Indrawan, saat uji coba pembelajaran jarak jauh (PJJ) tanpa kuota internet/ist

KBRN, Bandarlampung: Jaringan Radio Komunitas Lampung (JRKL) menggandeng sejumlah komunitas di desa membangun sarana belajar tanpa kuota internet bagi pelajar. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung secara on air, online and on land.

Bersama sejumlah komunitas yang ada di desa, JRKL bergotong royong membangun sarana belajar tanpa kuota internet bagi para pelajar.

Kegiatan itu digagas, lantaran kebutuhan kuota internet menjadi masalah, terutama bagi siswa selama pelajar masa pembelajaran online pada masa pandemi global Covid-19.

“Selama kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan di rumah, banyak keluhan tentang kuota internet dari orang tua siswa. Kondisi ini mendorong kami membuat terobosan dengan membuat sistem PJJ bagi pelajar di pedesaan dan di kawasan pinggiran, baik secara on air, online dan on land,” kata Ketua JRKL, Rifki Indrawan, Jumat (27/11/2020).

Rifki menjelaskan, terobosan tersebut dilakukan agar siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran daring tanpa terkendala. “Sampai saat kini setidaknya sudah dua daerah yang menggunakan sistem PJJ tanpa kuota internet, yakni di Kabupaten Pringsewu dan Way Kanan,” urainya.

Rifki Indrawan yang juga Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) itu menambahkan, sebenarnya pembelajaran daring bisa dilakukan tanpa menggunakan kuota internet.

Dengan menggunakan peralatan yang sesuai, belajar daring bisa dilakukan, bahkan siswa bisa berinteraksi langsung dengan guru.

“Di Kabupaten Pringsewu, PJJ memanfaatkan sistem komunikasi melalui radio dan telah diuji coba di SD Negeri 2 Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Pringsewu. Peralatan yang digunakan antara lain, radio transistor, walkie talkie, mini komputer, dan tv tabung,” papar Rifki.

Mini komputer lanjut Rifki, digunakan sebagai CPU, sebagaimana komputer pada umumnya, termasuk server untuk data maupun bahan ajar. Sedangkan jaringan yang digunakan adalah intranet, sehingga tidak menggunakan kuota internet.

“Dari mini komputer ini, bahan ajar ditampilkan ke TV tabung menggunakan converter HDMI to RCA, baik itu ke rumah maupun shelter,” tandasnya.

Melalui PJJ menggunakan sistem tersebut, guru melakukan siaran dari sekolah, baik itu menggunggah bahan ajar berupa buku atau video.

Selanjutnya secara bersamaan, siaran itu disebarluaskan melalui jaringan radio komunitas. Sedangkan untuk interaksi antara guru dengan murid, dilakukan menggunakan walkie talkie.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00